Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Masyarakat Jabar Diimbau tidak Golput

Jumat, 22 Februari 2013, 22:20 WIB
Komentar : 0
Antara/Agus Bebeng
Petugas KPU Jabar memerlihatkan contoh kertas suara Pilgub Jabar 2013 di kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/1).

REPUBLIKA.CO.ID, Masyarakat diminta menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Seruan itu disampaikan Bupati Bandung, Dadang M Naser.

Masyarakat diminta tidak golput dan pasif. "Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Jangan golput," ujarnya usai Shalat Jumat di Masjid Al-Fathu, Kompleks Pemkab Bandung, Jumat (22/2).

Ajakan kepada masyarakat untuk memilih, diharapkannya dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Bandung. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang memiliki jumlah pemilih di Jawa Barat yaitu 2.338.711 jiwa.

"Datang ke TPS masing-masing, agar persentase keikutsertaan masyarakat dalam pesta demokrasi betul-betul dimanfaatkan. Ini adalah hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya," kata dia.

Dadang juga mengimbau kepada tim sukses para kandidat untuk menghentikan kegiatan penggiringan. Ia berharap tidak ada gesekan antar pendukung masing-masing pasangan calon.

Penentuan siapa gubernur yang terpilih ada di tangan rakyat. "Jangan ada lagi gesekan antar tim kampanye, jangan ada lagi kegiatan blusukan, dan serangan fajar di desa-desa. Semuanya harus saling menghormati," kata dia.

Persiapan menjelang Pilgub Jabar terus dilakukan oleh semua pihak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung memastikan logistik untuk pemungutan suara sudah lengkap. Polres Bandung bersama TNI melakukan patroli untuk memantau aktivitas masyarakat menjelang pemilihan.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan, kantor bupati telah melakukan rapat dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para camat.

Reporter : Ghalih Huriarto
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
1.017 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda