Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hati-Hati, Uang Palsu Warnai Pemilukada Sukabumi

Kamis, 21 Februari 2013, 21:57 WIB
Komentar : 0
http://3.bp.blogspot.com
Uang palsu

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemilukada Kota Sukabumi diwarnai dengan pembagian uang palsu jutaan rupiah kepada pendukung salah satu calon. Pembagian tersebut dilakukan pada saat kampanye putaran terakhir pemilukada di Lapangan Merdeka, Rabu (20/2).

Pada hari terakhir tersebut yang berkampanye merupakan pasangan calon wali kota Mulyono-Jona Arizona yang diusung PDI Perjuangan-PPP. 

"Ada beberapa pendukung yang diberi amplop isinya uang palsu pecahan Rp 100 ribu," terang calon wali kota Sukabumi, Mulyono, kepada wartawan, Kamis (21/2) sore. 

Di dalam amplop itu pula terdapat foto pasangan calon wali kota. Ia menyangkal menjadi yang bertanggung jawab atas pembagian uang palsu itu. 

Awalnya, kata Mulyono, ia mengira uang palsu tersebut hanya mainan. Namun, pada Kamis pagi ditemukan uang palsu dalam jumlah banyak yang dikemas dalam amplop yang sama di beberapa titik Kota Sukabumi. Terutama di Kecamatan Baros.

Dari data yang dihimpun tim sukses, kata Mulyono, berhasil disita sebanyak 70 amplop. Dalam setiap amplop terdapat uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Temuan ini, kata Mulyono, langsung ditindaklanjuti tim sukses dengan melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota, Kamis siang. Diharapkan, polisi berhasil mengungkap siapa pelaku pembagian uang tersebut kepada para pendukung Mulyono-Jona.

Selain melanggar hukum, ujarnya, pembagian uang palsu itu dinilai berbau black campaign. Sehingga ia berharap Panwaslu dan KPU dapat segera menindaklanjuti.

Informasi yang diperoleh, uang palsu tersebut dibagikan oleh orang yang memakai helm. 

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Mansyur Faqih
1.741 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...