Senin, 20 Zulqaidah 1435 / 15 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Baleendah Terancam Mencoblos di Tengah Banjir

Minggu, 10 Februari 2013, 16:59 WIB
Komentar : 1
Antara/Agus Bebeng
 Petugas KPU Jabar memerlihatkan contoh kertas suara Pilgub Jabar 2013 di kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/1).
Petugas KPU Jabar memerlihatkan contoh kertas suara Pilgub Jabar 2013 di kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Bencana banjir masih mengancam Kabupaten Bandung. Penyelenggara Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di Kabupaten Bandung melakukan rencana antisipasi bencana pelaksanaan Pilgub pada 24 Februari mendatang. Salah satunya adalah melakukan pemetaan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan banjir.

Salah satu wilayah yang paling rawan terkena banjir adalah Kecamatan Baleendah. Camat Baleendah, Uka Suska Pujiutama mengatakan ada 10 RW yang terancam banjir. Di Kelurahan Baleendah ada tiga RW yang terancam. Sedangkan di Kelurahan Andir ada tujuh RW. "Di Kelurahan Andir ada 30 TPS yang rawan banjir, sedangkan di Baleendah ada sekitar 10 TPS yang terancam banjir," ujarnya, Ahad (10/2).

Uka mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan semua pihak termasuk dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dari rapat tersebut, PPK dan PPS akan menyiapkan lokasi alternatif TPS jika terjadi banjir yang tidak jauh dari lingkungan penduduk. "Akan disiapkan TPS alternatif, di tempat yang bebas banjir, tetapi tidak jauh dari TPS awal," katanya.

Uka mengkhawatirkan, adanya ancaman banjir saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat akan menurunkan partisipasi pemilih. Namun hal ini diantisipasi dengan terus dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya akan menyediakan transportasi bagi warga yang rumahnya terkena banjir. "Kami akan menyediakan transportasi baik itu mobil maupun perahu untuk mengantar warga ke TPS. Kami akan meminta bantuan Polsek Baleendah, KPU dan BPBD," ujarnya.

Sedangkan, untuk TPS khusus di pengungsian, Uka mengatakan, hal itu sulit dilakukan. Pasalnya warga yang terkena banjir, tidak semuanya mengungsi. Selain itu ada pula yang mengungsi di rumah keluarganya. Sehingga jika dibuat TPS khusus untuk pengungsian, akan kesulitan merekapitulasi suara. "Mereka kan terpencar-pencar, ada yang di pengungsian, ada yang di rumah keluarganya, ada juga yang bertahan. Jadi tetap untuk TPS dipusatkan tidak jauh dari lokasi permukiman, tetapi memilih tempat yang aman, seperti lapangan, sekolah, atau rumah warga," katanya.

Jumlah pemilih di Kecamatan Baleendah sebanyak 164.321 jiwa. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak di Kabupaten Bandung. Sedangkan jumlah TPS di Kecamatan Baleendah sebanyak 346 TPS. Uka berharap partisipasi pemilih di Kecamatan Baleendah bisa tinggi. "Pada Pemilihan Bupati tahun 2010 lalu, persentase pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai 60 persen. Diharapkan nanti pada Pilbup minimal tetap, dan kalau bisa bertambah," ujarnya.

Sementara itu Bupati Bandung, Dadang M Naser mengimbau kepada KPU untuk membangun TPS di zona bebas banjir. Pelaksanaan Pilgub Jawa Barat di Kabupaten Bandung harus dilaksanakan sebaik-baiknya. "Jangan sampai ada gangguan yang berarti dalam pelaksanaan Pilgub nanti. TPS jangan dibangun di zona rawan banjir. Di Kabupaten Bandung harus terlaksana dengan baik dan kondusif," katanya.

Ketua KPU Kabupaten Bandung, Osin Permana mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemetaan dimana saja daerah yang rawan bencana banjir. Hal itu dibutuhkan untuk membantu dalam hal kelancaran saat pemilihan. "Kami sedang melakukan pemetaan. Kami mencoba mengarahkan kepada PPS agar menyediakan tempat yang aman saat pemilihan. Begitu juga distribusi logistik, diupayakan tidak akan terganggu," ujarnya.

Reporter : Ghalih Huriarto
Redaktur : Nidia Zuraya
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menikah Harus Sah Menurut Agama Masing-Masing
 JAKARTA -- Masalah undang-undang pernikahan menurut Meneger Nasution sudah jelas. Ia juga menjelaskan menurut para ulama, pernikahan harus sah secara agamanya masing-masing. Berikut video...