Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polda Jabar Tempatkan Satu Polisi di TPS Rawan

Rabu, 06 Februari 2013, 14:03 WIB
Komentar : 0
Antara
Pemilukada jabar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk pemilihan kepala daerah Jawa Barat akan dijaga polisi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Tb Anis Angkawijaya mengatakan, tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan akan mendapat pengamanan ekstra ketat..

Untuk TPS yang dianggap rawan tiga, kata dia, Polda Jabar akan menempatkan satu personil di TPS tersebut.

"Akan ditempatkan satu polisi untuk mengawasi satu TPS yang dinilai rawan. Polisi akan mendampingi dua petugas Linmas dan tiga petugas TPS,’’kata dia kepada para wartawan, di Bandung, Rabu (6/2).

Menurut Anis, jika TPS tersebut masuk kategori aman satu, maka satu personel polisi akan mengawasi empat TPS. Di TPS yang dianggap  rawan satu, kata dia,  satu orang polisi akan mengawasi tiga TPS.

Sedangkan TPS berstatus rawan dua, imbuh dia, satu orang polisi akan mengawasi dua TPS. Ia mengatakan, pembagian TPS tersebut dilakukan setelah polisi melakukan penilaian-penilaian terhadap kondisi wilayah dimana TPS tersebut berada.

 "Kondisi satu daerah tentu berbeda penangannnya dengan daerah lain karena karakteristiknya pun tak sama,’’ujar dia.

Jumlah TPS di seluruh Jabar, kata Anis, sebanyak 63.520. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 TPS masuk sebagai TPS rawan tiga, 1.059 rawan dua, 7.364 rawan dua, dan 58.466 sebagai TPS aman.

Reporter : Djoko Suceno
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
816 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...