Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Aher: Kiai Said Mendoakan Saya Bisa Sampai 2018

Senin, 28 Januari 2013, 22:17 WIB
Komentar : 0
Antara
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) mengaku mendapat doa dari Ketua Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Agil Siraj. Yaitu, agar dapat terpilih lagi untuk periode mendatang dan dapat menjalankan pemerintahan hingga 2018. 

"Kiai Said mendoakan dengan mengatakan bahwa Aher 2008 sampai 2018. Itu kan juga doa," kata Aher di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (28/1).

Aher menemui Agil dalam rangka silaturahmi. Menurutnya, silaturahim sangat dianjurkan oleh Islam. Sebab, memiliki manfaat yang sangat besar. Misalnya memerpanjang rezeki dan umur.

"Tambah rezeki, rezeki apapun. Panjang umur dan panjang jabatan," tambah Aher sembari tertawa.

Selain bersilaturahim, Aher juga mengatakan dirinya berdiskusi dengan Said terkait masalah umat saat ini. Misalnya, terkait masalah umat Nahddiyin di Jawa Barat. 

Hal ini dirasanya perlu mendapat perhatian khusus karena mayoritas masyarakat NU ada di Jabar. 

Ditanya soal fokus kerja Aher jika nanti terppilih kembali sebagai Gubernur Jabar, Aher mengatakan akan memprioritaskan pada dua hal. Pendidikan dan kesehatan. Dengan dua hal itu masyarakat Jabar dapat bersaing dengan masyarakat lainnya.

"Kalau dua hal itu terpenuhi, umat bisa bersaing dengan masyarakat lainnya," tegasnya. 

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Mansyur Faqih
1.768 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda