Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Aher Silaturahim ke Markas PBNU

Senin, 28 Januari 2013, 18:12 WIB
Komentar : 0
Republika/Adji Sambogo
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyempatkan diri bersilaturahim ke markas besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Gubernur 'incumbent' Jabar tersebut menyempatkan diri mengunjungi markas PBNU usai menghadiri penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/1).

Aher, panggilan akrab Heryawan, memang dekat dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia tersebut. Dijadwalkan, Aher akan ditemui langsung Ketua Umum PBNU, Said Agil Siraj di kantornya.

Menurut salah satu pegawai kantor PBNU, kehadiran Aher hanya silaturahim. "Silaturahim saja, ditemui langsung Ketum (Said Agil Siraj)," kata dia saat ditanya ROL, Senin (28/1).

Kedekatan Aher dengan ormas PBNU, lantaran fokus kerja Aher sebagai Gubernur Jabar adalah di sektor pendidikan yang sejalan dengan visi NU.

NU adalah ormas Islam yang memiliki lembaga pendidikan terbesar di Indonesia, yakni banyaknya pondok pesantren di bawah NU.

Sebelumnya, Aher juga bersilaturahim dengan tokoh NU lainnya, KH Hasyim Muzadi di Depok. Bahkan, Kiai Hasyim Muzadi menegaskan untuk pemimpin di Jabar harus serius menggarap pendidikan, utamanya pondok pesantren.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Karta Raharja Ucu
966 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda