Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPRD Karawang Desak Perusahaan yang Pecat Karyawan Ditutup

Selasa, 22 Januari 2013, 08:59 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merekomendasikan PT KD Heat Technology Indonesia untuk ditutup. Bahkan, diusir dari wilayah ini. Pasalnya, para anggota dewan itu telah kecewa dengan sikap perusahaan yang tidak kooperatif. 

Ketua Komisi D DPRD Karawang, Nanda Suhanda, mengatakan, pihaknya telah memanggil sebanyak tiga kali pimpinan perusahaan tersebut. Pemanggilan itu, ingin mengklarifikasi seputar permasalahan pemecatan 50 karyawan dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, perusahaan selalu mangkir dari panggilan. 

"Kami merasa dilecehkan. Soalnya, perusahaan tak kooperatif terhadap panggilan ini," ujar Nanda, Selasa (22/1).

Padahal, dewan hanya ingin mengetahui alasan perusahaan itu memecat 50 karyawannya. Selain itu, sikap perusahaan juga tak mencerminkan investor yang baik. Terbukti, ketika ada sejumlah anggota dewan yang mendatangi perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta itu, anggota dewan tersebut justru mendapat perlakuan tak menyenangkan. "Mereka diusir oleh pihak perusahaan," tutur Nanda.

Atas sikap arogansi tersebut, pihaknya telah merekomendasikan supaya perusahaan asal Jepang itu ditutup. Bahkan, bila perlu mereka harus pergi dari Karawang ini. Sebab, mereka tidak mau mentaati dan tunduk terhadap peraturan serta Perda yang telah berlaku di Karawang.

Reporter : Ita Nina Winarsih
Redaktur : Djibril Muhammad
886 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  N"dang Kamis, 24 Januari 2013, 20:26
Bravo DPRD Karawang, itu baru wakil rakyat. Tutup dan usir saja perusahaan tersebut.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda