Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mina Sumitra Bangun Madrasah Aliyah untuk Anak Nelayan

Senin, 14 Januari 2013, 08:12 WIB
Komentar : 0
Sejumlah perahu nelayan bersandar di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (14/3). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra Karang Song Kabupaten Indramayu menggagas pembangunan Madrasah Aliyah (MA) berbasis kelautan. Hal itu dimaksudkan untuk memajukan kualitas pendidikan anak nelayan.

Pembina Yayasan Mina Sumitra, Yanto Suyanto mengungkapkan, ide pembangunan madrasah itu datang dari para juragan kapal. Mereka bertekad untuk membangun generasi baru dan generasi muda yang tangguh dari kalangan anak-anak nelayan.

''MA berbasis kelautan ini dapat menciptakan generasi baru di dunia kelautan,'' kata Yanto.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Ono Surono menambahkan, sudah saatnya Mina Sumitra memiliki lembaga pendidikan bagi anak-anak nelayan yang handal. Hal itupun mendapat respon positif dan dukungan maksimal dari kemendag setempat.

''Madrasah Aliyah berbasis kelautan ini bisa menjadi pilot project pertama di Indonesia,'' ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua KPL Mina Sumitra itu.

Ono menjelaskan, institusi pendidikan formal itu membutuhkan dana Rp 20 miliar. Dana tersebut, diperoleh dari karya mandiri nelayan melalui pos-pos yang disisihkan dan dikelola oleh pengurus koperasi.

''Jadi dari hasil tangkapan ikan nelayan, disisihkan untuk pembangunan MA ini,'' ujar Ono.

Menurut Ono, untuk tahap awal, saat ini telah dilakukan pengurugan dan akan dibangun ruang guru serta empat ruang kelas. Sekitar 1,3 hektar lahan telah disiapkan untuk merealisasikan proyek ini.

Reporter : Lilis Handayani
Redaktur : Setyanadivita Livikacansera
1.612 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...