Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dilarang Jualan, Ribuan Pedagang Asongan Protes PT KAI

Thursday, 10 January 2013, 17:27 WIB
Komentar : 0
PT KAI
PT KAI

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melarang adanya pedagang asongan di area stasiun, terus menuai protes. Di Kota Cirebon, protes disampaikan ribuan pedagang asongan dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung dewan setempat, Kamis (10/1).

Para pedagang asongan yang sebelumnya biasa berjualan di Stasiun Prujakan Kota Cirebon itu bahkan sempat menduduki gedung dewan selama tiga jam lebih. Hal itu dilakukan karena mereka menunggu hasil pembicaraan antara anggota dewan dengan pihak PT KAI.

Massa tiba di gedung dewan sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berorasi meminta anggota dewan untuk turun tangan membantu mengatasi persoalan yang mereka hadapi.

''Sebagai wakil rakyat, tolong sampaikan aspirasi kami,'' kata salah seorang pedagang, Yani.

Yani mengatakan, dia dan rekan-rekannya selama ini berjualan di stasiun agar dapat menghidupi keluarga. Namun dengan adanya larangan tersebut, dia dan rekan-rekannya tidak bisa lagi berjualan.

''Kami hanya ingin mencari sesuap nasi untuk keluarga,'' ujar Yani.

Sementara itu, kedatangan para pedagang itu langsung diterima sejumlah anggota dewan dari Komisi A dan C. Di antaranya Sumardi, Dardjat Sudradjat, Yayan Sopyan, dan Bagus Pribadi.

Untuk bisa memberikan jawaban pasti kepada para pedagang, sejumlah anggota dewan itu memutuskan untuk langsung mendatangi pihak PT KAI. Mereka pergi menemui manajemen PT KAI dengan dikawal aparat keamanan.

Sedangkan para pedagang, tetap bertahan di gedung dewan untuk menunggu hasil pembicaraan antara anggota dewan dengan pihak PT KAI. Keberadaan para pedagang di gedung dewan pun mendapat penjagaan dari pasukan Dalmas dan Brimob.

Sementara itu, di Stasiun Prujakan, anggota dewan hanya diterima perwakilan PT KAI dan pihak keamanan dari TNI yang bertugas di stasiun tersebut. Mereka tak berhasil menemui kepala PT KAI Daop III Cirebon karena sedang bertugas ke luar kota.

Setelah melakukan pembicaraan tersebut, anggota dewan pun kembali menemui para pedagang yang menanti dengan sabar.

''Dari hasil pembicaraan kami tadi, PT KAI mempersilahkan para pedagang asongan untuk berjualan kembali,'' ujar Sumardi dan Dardjat Sudradjat, yang langsung disambut tepuk tangan dari para pendemo.

Namun, lanjut Sumardi, keputusan tersebut sifatnya sementara. Pasalnya, kepala Daop III Cirebon tidak berada di tempat. Selain itu, aparat TNI yang bertugas di stasiun pun disepakati untuk ditarik.

Usai mendengar keputusan itu, para pedagang membubarkan diri dengan tertib.

Reporter : Lilis Sri Handayani
Redaktur : Heri Ruslan
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Butet: Saya Senang Punya Presiden Kurus
JAKARTA -- Joko Widodo resmi memimpin Indonesia lima tahun kedepan. Terpilihnya Jokowi memiliki arti tersendiri bagi Butet Kertaradjasa. Seniman kondang ini senang memiliki...