Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Angin Kencang, Ribuan Nelayan Pantura tak Melaut

Thursday, 10 January 2013, 08:26 WIB
Komentar : 1
Nelayan Indonesia
Nelayan Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Angin kencang yang melanda perairan di pantura Indramayu dan Cirebon, memaksa ribuan nelayan tradisional di kedua daerah itu tidak bisa melaut. Mereka khawatir diterjang gelombang jika memaksakan diri melaut mencari ikan.

''Ketinggian gelombang saat ini berkisar antara dua sampai empat meter,'' ujar seorang nelayan di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Maskudi, Kamis (10/1).

Maskudi menjelaskan, dengan ketinggian gelombang tersebut, maka perahu kecil nelayan dipastikan akan terbalik. Karenanya, nelayan memilih untuk tidak melaut karena sangat berbahaya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Indramayu, Anggono Waluyo didampingi Koordinator KPLP Indramayu Koko Sudeswara menyebutkan, saat ini kondisi angin mencapai 30-40 knot per jam. Kondisi tersebut berbahaya untuk pelayaran tradisional.

Karenanya, pihak Adpel Indramayu telah mengeluarkan himbauan kepada nahkoda, pemilik kapal dan agen pelayaran untuk tidak memaksakan melaut dan kondisi cuaca buruk. "Kapal  di bawah 50 GT jangan melaut karena kondisi ombak mencapai tiga meter," ujar Anggono.

Sementara itu, ketinggian gelombang di perairan Indramayu telah mengakibatkan sebuah kapal kargo dan pinisi terdampar dan kandas di sekitar pesisir tanjung Indramayu, Selasa (8/1) malam.

KM Pilar Kalimantan mengalami kandas di sisi barat tanjung Indramayu atau di sekitar wilayah pantai Tegur-Tiris desa Pabean Ilir, Kecamatan Indramayu. Kapal kargo dari Belang-Belang Sulawesi Selatan ini yang dinahkodai kapten Nurdiyanto, sedianya akan menuju ke pelabuhan Tanjung Priok untuk melakukan docking.

Namun, karena cuaca buruk di sekitar perairan Indramayu, kapal terhempas dan kandas di wilayah pantai Tegur.

Reporter : Lilis Handayani
Redaktur : Setyanadivita Livikacansera
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...