Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Aher 'Bersih-bersih' bareng PKL di Lapangan Gasibu

Minggu, 23 Desember 2012, 18:06 WIB
Komentar : 0
Istimewa
Gubernur Ahmad Heryawan mengajak semua pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Lapangan Gasibu Bandung agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengajak semua pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Lapangan Gasibu Bandung agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kalau pedagang membersihkan sampah sendiri, Gasibu tetap bersih setelah pasar bubar. Kalau pasar bersih kan pembeli semakin ramai," kata Aher dalam acara Peringatan Hari Ibu 2012 di depan Gedung Sate Bandung, Ahad (23/12).

Di lapangan yang dipenuhi ratusan pedagang ini, Ahmad Heryawan membagi-bagikan kantong plastik sampah kepada para pedagang.

Selain bagi kantong sampah, Aher tak segan memungut sampah dan menampungnya di kantong plastik.
Dirinya menyatakan sempat "gerah" menyaksikan kondisi lapangan Gasibu, Bandung, yang kotor sepeninggal pedagang saban Ahad.

Usai pedagang mengemasi jualannya, Gasibu penuh sampah, sementara petugas kebersihan butuh waktu seharian untuk membersihkan sampah yang berserakan.

Namun pihaknya mendukung keberadaan pasar-pasar tradisional, termasuk yang bersifat dadakan di area publik.
Menurutnya, pasar setiap hari Ahad di lapangan Gasibu yang seluas 21.180 meter persegi, turut memacu perekonomian masyarakat bawah.

"Kalau pedagang tertata, kebersihan terjaga, dan aman, maka pasar mingguan di Gasibu terus diminati warga. Bahkan bisa jadi tujuan kunjungan wisata," kata Aher.



Redaktur : Citra Listya Rini
Sumber : Antara
2.064 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda