Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Survei: Aher-Demiz Pasangan Terpopuler

Jumat, 28 Desember 2012, 12:19 WIB
Komentar : 0
Antara/Agus Bebeng
Cagub Jabar Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistika Universitas Padjajaran (Unpad) merilis survei Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2013. Hasil survei menunjukkan, pasangan nomor urut 4 Pilgub Jabar, AHmad Heryawan dan Deddy Mizwar meraih popularitas tertinggi dibanding cagub lainnya.

Aher-Demiz meraih 42,48 persen suara. Disusul kemudian, pasangan nomor urut tiga Dede Yusuf Lex Laksamana dengan 27,91 persen suara. "Tingginya popularitas pasangan nomor empat karena terbantu dari Deddy Mizwar yang juga seorang artis,"ujar Ketua P2KS, Toni Toharudin, Jumat (28/12).

Setelah Dede Yusuf, pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki memperoleh popularitas sebesar 26,08 persen. "Di bawah pasangan Rieke-Teten, terdapat pasangan nomor urut dua, Irianto M.Safiudin-Tatang dengan popularitas sebesar 13,58 persen. "Nomor urut satu Dikdik-Cecep hanya meraih 4,81 persen suara dari responden," katanya.

Sementara itu, untuk desain sampling yang digunakan yaitu Two Way Stratification Sampling dengan jumlah 2313 di 26 kabupaten dan kota di Jabar. Jenis kelamin responden didominasi oleh pria dengan 56,35 persen. Adapun pendidikan mayoritas SMA sebesar 44,84 persen.

PK2S lembaga di jurusan statistik menekankan fungsi ke pengabdian masyarakat. "Kita melakukan survei yang seobjektif mungkin. Kami menyajikan informasi ke masyarakat luas. Ini survei yang kedua. Nanti akan mengadakan survei lagi," katanya.

Reporter : Lingga Permesti
Redaktur : Dewi Mardiani
3.773 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda