Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BPBD Jabar: Hingga 2 Tahun ke Depan Banjir Masih Terjadi

Selasa, 25 Desember 2012, 15:38 WIB
Komentar : 0
Rezza Estily/Antara
Banjir di Dayeuh Kolot, Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masyarakat langganan banjir yang tinggal di Baleendah dan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, diminta masih terus waspada. Pasalnya, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Udjawalaprana Sigit, hingga dua tahun kedepan banjir kemungkinan masih terjadi di kedua daerah langganan banjir tersebut.

‘’Upaya untuk membenahi Sungai Citarum sebagai penyebab banjir kan sekarang hasilnya masih belum terlihat,’’ ujar Sigit, Selasa (25/12).

Sigit menjelaskan, kondisi terakhir masyarakat yang terkena banjir di Baleendah dan Dayeuh Kolot, airnya memang sudah surut. Banjir yang paling parah, terjadi pada Ahad (23/12) karena ketinggian air mencapai  1 sampai 2 meter.

Selain di kedua daerah tersebut, tahun ini banjir melanda hampir semua ruas jalan yang ada di Kota Bandung. Penyebabnya, karena curah hujan sangat tinggi. ‘’Kota Bandung dilanda banjir, karena drainasenya banyak yang harus diperbaiki,’’ imbuhnya.

Sementara untuk Baleendah dan Dayeuh Kolot, sambung dia, banjir baru bisa diatasi kalau sungai Citarum sudah dibenahi. Pemerintah, memiliki tiga langkah untuk memperbaiki Citarum. Yakni, pengerukan sendimentasi, pelebaran sungai dan meninggikan tanggul. Namun, program ini dianggarkan multi years jadi hasilnya belum terlihat.

‘’Dua tahun kedepan mungkin kalau Citarum sudah dibenahi bisa bebas banjir,’’ tegasnya.Sigit menilai, yang harus dilakukan saat ini adalah evakuasi dan penyelamatan korban banjir. Yang penting, banjir tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Sehingga, BPBD Jabar terus menyiapkan berbagai peralatan evakuasi, obat-obatan dan logistik.

Korban banjir, kata dia, saat ini kebanyakan diungsikan ke masjid, kantor desa dan bangunan lainnya. BPBD Jabar, tidak membangun tenda karena menampung pengungsi di gedung-gedung tersebut dinilai lebih manusiawi. ‘’Air sebenarnya sudah mulai surut karena kan dua hari ini panas tidak hujan,’’ katanya.

Warga yang mengungsi pun, lanjut dia, sudah mulai melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, pergi ke kantor. Namun, selama hujan masih terus turun, semua warga harus tetap waspada.

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Dewi Mardiani
1.566 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Aria Enggar Selasa, 25 Desember 2012, 16:19
Masa cuman ngandelin citarum pak, ruang hijau nya tambahin dong, koordinasi sama dinas terkait, kebanyakan mall dan apartemen nih...
2 tahun tuh lama banget buat korban banjir yang bisa kapan aja
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...