Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal UAS Lecehkan Gus Dur, Banser NU Demo Kemenag

Selasa, 18 Desember 2012, 07:02 WIB
Komentar : 0
Gus Dur
Gus Dur

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sukabumi akan menggelar aksi demo di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (18/12) pagi. Mereka mengecam adanya pencemaran nama baik KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur dalam soal ujian akhir semester (UAS) di Madrasah Aliyah (MA) se-Jawa Barat.

Dalam soal UAS bidang studi sejarah tersebut ditanyakan tentang penyebab jatuhnya pemerintahan Gus Dur. Pada jawaban yang merupakan pilihan ganda ini disebutkan karena kasus korupsi Brunaigate dan Bulo Gate.

"Puluhan anggota Banser akan mendatangi Kantor Kemenag sekitar pukul 09.00 WIB,’’ ujar Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser (Satkorcab Banser) Kabupaten Sukabumi, Irman, kepada Republika, Selasa (18/12). 

Aksi tersebut sebagai upaya dari Banser agar kasus pembuatan soal yang mencemarkan Gusdur diusut tuntas.

Irman mengatakan, Kemenag diantaranya harus melakukan investigasi terhadap latar belakang pembuatan soal tersebut. Banser juga mendesak agar oknum pembuat soal itu diberikan sanksi.

Selain itu, Banser meminta agar hak dan kewenangan sekolah atau guru dalam penulisan soal ujian dikembalikan. 

"Kami mengecam keras karena pembuatan soal ini merupakan pembohongan sejarah," ujar Wakil Sekretaris Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Sukabumi, Daden Sukendar. Sehingga NU Sukabumi meminta kasus ini segera diusut tuntas oleh Kemenag.


Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Hazliansyah
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...