Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ormas di Cirebon Tolak Tempat Hiburam Malam

Selasa, 18 Desember 2012, 00:19 WIB
Komentar : 0
Hiburan malam di diskotik, ilustrasi
Hiburan malam di diskotik, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sejumlah ormas Islam dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Cirebon menolak berdirinya tempat hiburan malam karena dinilai rawan terjadi tindak kriminal.

Ketua Forum Umat Islam (FUI), Almarwi, kepada wartawan di Cirebon, Senin, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak perizinan terkait sejumlah tempat hiburan malam di Kota Cirebon karena sangat meresahkan warga.

"Tempat hiburan malam dinilai masih menjadi pemicu utama terjadinya tindak kriminal, selain itu rawan peredaran minuman keras,"katanya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin tahu dan mendengar langsung pertanggungjawaban kepala BPMPP terkait rencana pembukaan dua tempat karaoke di kawasan Cirebon, yakni di Super Block (CSB) dan Gunungsari Trade Center (GTC).

Masyarakat menilai, setelah pembukaan tempat karaoke yang terletak di jalan Kartini, Wali Kota Cirebon berjanji tidak akan mengeluarkan izin baru lagi untuk tempat hiburan malam.

Sementara itu Kepala BPMPP, Rohaedi Yoedhy Koesworo, kepada wartawan di Cirebon, Senin, mengatakan, pihaknya terpaksa menunda izin sejumlah tempat hiburan karena ada desakan dari masyarakat setempat.

"Ia menambahkan, kedatangan sejumlah ormas Islam dan LSM cukup beralasan untuk menyampaikan keberatan dengan ada rencana pembukaan salah satu tempat hiburan malam," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...