Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dede Wacanakan Pemekaran 10 Kabupaten/Kota

Kamis, 13 Desember 2012, 17:50 WIB
Komentar : 0
Republika
Dede Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi, mewacanakan penambahan sepuluh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Hal itu dimaksudkan untuk pemerataan pembangunan dan percepatan pelayanan publik.

‘’Jawa Barat memiliki 26 kabupaten/kota dengan penduduk 46 juta. Jadi sampai 2025 masih berpeluang menambah jumlah kota dan kabupaten,’’ ujar Dede dalam keterangan pers, Kamis (13/12).

Adapun beberapa wilayah yang diusulkan untuk dikembangkan, antara lain Kabupaten Cirebon Timur, Kabupaten Indramayu Barat, Kota Cikarang Bekasi, dan Kabupaten Bogor Barat. Selain itu, Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Garut Selatan dan Kabupaten Tasikmalaya Selatan.

Khusus untuk dua wilayah terakhir bisa dilakukan penggabungan anak kabupaten antara Garut Selatan dan Tasikmalaya Selatan.

Dede mengatakan, penambahan kota dan kabupaten tersebut akan berdampak langsung kepada percepatan dan pemerataan pembangunan. Pasalnya, wilayah-wilayah tersebut sudah memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti misalnya, Cikarang Bekasi dan Sukabumi Utara yang merupakan kawasan industri, Cirebon Timur dan Indramayu Barat memiliki keunggulan di bidang perikanan dan perkebunan. Kawasan Cianjur Selatan, Garut Selatan dan Tasikmalaya Selatan memiliki potensi wisata dan agrobisnis.

‘’Dengan pertambahan kota/kabupaten, maka pembangunan lebih cepat,’’ tegas Dede.

Reporter : lilis sri handayani
Redaktur : Taufik Rachman
981 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda