Senin, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tim Kemendagri Gelar Pertemuan dengan Bupati Garut

Kamis, 06 Desember 2012, 21:46 WIB
Komentar : 1
Antara
Bupati Garut Aceng HM Fikri
Bupati Garut Aceng HM Fikri

REPUBLIKA.CO.ID, Garut -- Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar pertemuan tertutup dengan Bupati Garut, H Aceng Fikri di kantor Bakorwil Priangan di Jl A Yani Kota Garut.

Pertemuan tersebut selain dihadiri oleh tim Kemendagri, juga dari Pansus DPRD Garut dan perwakilan Pemprov Jabar.

Dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut, bupati mengenakan baju batik warna coklat dan mengenakan peci warna hitam serta kaca mata.

Pertemuan tertutup tersebut, menurut sumber Republika di Bakorwil Priangan, untuk meminta klarifikasi atas dugaan nikah siri berumur empat hari.

Tim Kemendagri, kata sumber itu lagi, lebih dulu tiba di ruang pertemuan Bakorwil. Beberapa menit kemudian, disusul oleh tim Pansus, dan beberapa saat kemudian Bupati Garut memasuki ruangan.

"Bupati masuk dari pintu depan," kata sumber.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri sekitar 20 orang peserta. Bupati Garut duduk di kursi depan didampingi seseorang yang mengenakan baju putih berjaket hitam. Belum diketahui siapa orang yang ada disamping bupati tersebut.

Sementara peserta pertemuan lainnya duduk setengah melingkar menghadap kursi bupati. 

Dari pantauan Republika, bupati terlihat serius berbicara dihadapan peserta pertemuan. Namun tidak bisa diketahui isi percakapan pertemuan tersebut lantaran pintu dan jendela ruang pertemuan ditutup rapat.

Hingga pukul 20.45 pertemuan tersebut masih berlangsung.

Reporter : Djoko Suceno
Redaktur : Hazliansyah
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...