Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

GGW Minta Biaya Pernikahan Aceng Fikri Diusut

Kamis, 06 Desember 2012, 19:51 WIB
Komentar : 0
Antara
Bupati Garut Aceng HM Fikri

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT--Garut Governance Watch (GGW) meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas sumber biaya pernikahan siri Bupati Garut, Aceng HM Fikri dengan wanita muda yang diduga menghabiskan dana sebesar Rp 250 juta.

"Dana Rp 250 juta terlalu besar jika hanya mengandalkan dari jabatan sebagai Bupati saja," kata Sekjen GGW, Agus Rustandi kepada wartawan, Kamis.

Ia berharap, pengusutan biaya pernikahan itu dapat mengungkap kasus-kasus korupsi lainnya selama kepemimpinan Bupati Garut, Aceng HM Fikri. "Ini harus diusut apakah uang yang diberikan Bupati untuk wanita yang dinikahi sirinya itu dari APBD atau bukan," katanya.

Ia menyebutkan, dugaan korupsi di Garut selama 2010 hingga 2011 terdapat tujuh kasus dan sudah dilaporkan kepada KPK, tetapi belum ada penindakan.

Kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ke KPK itu, kata Agus, salah satunya melibatkan Aceng HM Fikri yakni kasus penyelewengan dana revitalisasi Posyandu program bantuan Pemerintah Provinsi.

"Berbagai kasus dugaan korupsi di Garut saya harapkan Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan untuk menuntaskannya," kata Agus.

Bupati Garut mendapatkan hujatan dari berbagai kalangan tentang perilakunya dituduh merendahkan perempuan, Fani Oktora warga Limbangan, Garut, yang dinikahi pada 14 Juli 2012, tetapi empat hari kemudian diceraikannya melalui pesan singkat telepon seluler.

Akibat tindakannya itu, Aceng dituduh melakukan pelanggaran etika hingga menuai protes sejumlah elemen masyarakat Garut, tokoh ulama

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.717 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Dirman Jumat, 7 Desember 2012, 09:41
Semoga masalah yg terjadi di garut ,semuanya cepat selesai,warga garut sudah menunggu.selamat bekerja untuk semuanya
  syam Jumat, 7 Desember 2012, 01:19
Kenapa KPK hingga saat ini tidak menindaklanjuti laporan korupsi Aceng Fikri? Mobil toyota Alpard dan beberapa mobil baru juga rumah mewah di beberapa tempat satu indikiasi korupsi yang perlu diusut
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda