Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Aher Teken UMK se-Jawa Barat

Rabu, 21 November 2012, 23:46 WIB
Komentar : 0
Yogi Ardhi/Republika
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (Aher) berjanji akan menandatangani Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) pada Rabu (21/11). Sebanyak 25 kabupaten/kota telah menyerahkan dokumen UMK.

Ahmad Heryawan mengatakan pemerintah provinsi Jawa Barat diberikan waktu selama 40 hari untuk menandatangani UMK seluruhnya. Namun ditunggu hingga kemarin masih ada satu kabupaten yang belum menyerahkan dokumen.

Kabupaten Bandung masih ditunggu hingga pkl 17.00 untuk penyerahan dokumen. "Jika masih belum menyerahkan kita akan tanda tangani terlebih dahulu yang sudah ada," jelasnya Rabu (21/11).

Kemarin Kabupaten Bandung meminta izin untuk mengadakan rapat ulang untuk memutuskan UMK mereka. Aher mengaku belum hafal seluruh UMK karena jumlahnya yang banyak.

Namun untuk UMK tertinggi Aher menyebutkan ditetapkan oleh Kabupaten Bekasi. "UMK yang ditetapkan di Bekasi lebih dari dua juta rupiah sedangkan yang terkecil dibawah satu juta rupiah diantaranya Banjar,Kuningan, dan Ciamis,"jelasnya.

Biasanya yang memiliki UMK rendah adalah wilayah bukan industri. Berdasarkan komitmen waktu dan harus disiplin Aher harus tanda tangan meskipun tidak seluruhnya ada.

Terkait dengan persetujuan UMK oleh pengusaha maupun buruh, Gubernur mengimbau bagi mereka yang masih keberatan dengan rekomendasi gubernur maka dapat mengajukan penangguhan pemberlakuan padanya.

Nantinya dokumen akan dikembalikan lagi pada Dewan Pengupahan Daerah untuk dibahas kembali sampai bertemu dengan kesepakatan diantara mereka. Gubernur memastikan akan menerima penangguhan dari pihak pengusaha kalau nanti mereka menolak.

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Kartun Resahkan Warga New York, Kok?
NEW YORK -- Belakangan, ada tren yang cukup meresahkan turis ke kota New York, yakni pemeran tokoh kartun yang terkesan memeras turis untuk...