Tuesday, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hingga September, Imigrasi Karawang Deportasi Puluhan Imigran Ilegal

Friday, 28 September 2012, 21:46 WIB
Komentar : 1
Corbis
Imigran ilegal (ilustrasi)
Imigran ilegal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG--Kantor Imigrasi Kabupaten Karawang mendeportasi atau memulangkan secara paksa 57 warga negara asing selama Januari sampai pekan pertama September 2012, karena mereka tidak memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap.

"Mereka (warga negara asing) yang kami deportasi selama kurun waktu Januari sampai pekan pertama September 2012 itu, kebanyakan warga negara asing dari Asia," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Karawang M Tito Andrianto di Karawang, Jumat.

Ia menuturkan warga negara asing yang telah dideportasi itu umumnya yang tidak memiliki kelengkapan administrasi keimigrasian serta menyalahgunakan administrasi keimigrasian. Bentuk penyalahgunaan keimigrasian tersebut, seperti menjadi tenaga kerja asing di perusahaan tertentu dengan menjabat jabatan penting, tetapi kedatangan mereka ke Indonesia hanya menggunakan visa turis atau kunjungan.

Sementara itu, untuk imgran gelap yang telah ditangani Kantor Imigrasi Karawang sejak Januari sampai pekan pertama September 2012 sudah mencapai 121 orang, terdiri dari 115 imigran asal Afganistan, empat imigran asal Pakistan dan dua imigran asal Iran.

Jumlah imigran hingga mencapai 121 orang yang sudah ditangani itu diluar ratusan imigran gelap yang ditangani Kantor Imigrasi Karawang beberapa waktu lalu.

Pada beberapa waktu lalu atau Rabu (26/6), sebanyak 122 imigran gelap asal Afghanistan dan Pakistan ditangkap di Kantor Imigrasi Karawang setelah para imigran itu berencana ke Australia melalui perairan Karawang.

Setelah ditampung di tempat penampungan sementara Kantor Imigrasi Karawang, para imigran gelap itu dikirim ke tempat penampungan imigran, Cisarua, Bogor.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar