Rabu, 21 Ramadhan 1436 / 08 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Amankan 14 Pengikut Aliran Sesat Sukabumi

Rabu, 22 Agustus 2012, 13:27 WIB
Komentar : 1
Ditangkap Polisi (ilustrasi)
Ditangkap Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI—Polres Sukabumi mengamankan pimpinan aliran sesat Sumarna dan 13 orang pengikutnya yang diduga membunuh seorang ustaz.

Langkah ini dilakukan polisi setelah berhasil menemukan sesosok mayat yang diduga Ustaz Endin di sebuah kebun milik pimpinan aliran sesat, Sumarna pada Ahad (19/8) lalu.

Jenazah ini ditemukan di perkebunan singkong di Kampung Cisalopa, Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Bahkan, polisi juga berhasil menemukan satu unit sepeda motor dan dompet milik ustaz Endin yang dikubur tidak jauh dari penemuan mayat, Selasa (21/8).

"Semua tersangka sudah diamankan," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP M Firman, kepada wartawan, Rabu (22/8). Mereka terdiri atas yang menyuruh lakukan maupun pelaksana pembunuhan di lapangan.

Saat ini polisi, kata Firman, masih melakukan pengembangan dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga jumlah tersangka pembunuhan ustaz Endin kemungkinan masih bisa bertambah. Lebih lanjut Firman mengungkapkan, aparat kepolisian telah mengumpulkan warga di sekitar lokasi permukiman aliran sesat Sumarna.

Upaya ini dilakukan untuk meredam amarah warga terhadap pengikut aliran sesat yang diduga telah membunuh ustaz Endin. Rencananya, Polres Sukabumi dan Pemkab Sukabumi akan menggelar keterangan pers terkait penanganan kasus hukum aliran sesat Sumarna. 

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar