Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pasar Tumpah Pantura Harus Diberesi

Sabtu, 04 Agustus 2012, 19:32 WIB
Komentar : 0
Antara/Zarqoni
 Pasar Tegal Gubuk, Arjowinangun, Cirebon, merupakan kawasan yang rawan terjadi kemacetan.
Pasar Tegal Gubuk, Arjowinangun, Cirebon, merupakan kawasan yang rawan terjadi kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Sejumlah pasar tumpah di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, perlu dibenahi guna mengatasi kemacetan arus mudik lebaran. Pasar-pasar itu antara lain di Losarang, Eretan, Sukra, Jatibarang, dan Karang Ampel.

"Sejumlah pasar tumpah di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Subang, Cirebon, perlu dibenahi karena setiap arus mudik Lebaran, menjadi pemicu kemacetan," kata Kadinas Koperasi dan UKM Indramayu, Warjo, Sabtu (4/8).

Menurut Warjo, pemerintah Kabupaten Indramayu tidak mampu membenahi pasar tumpah tersebut harus mendapatkan perhatian dan bantuan dari pusat karena butuh anggaran cukup tinggi untuk mengatasi kemacetan rutin tahunan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Putu Bayu Seno, kepada wartawan di Cirebon sebelumnya menuturkan, sejumlah pasar tumpah sepanjang jalur utama Pantura dari Karawang, Indramayu, Subang, Cirebon masih menjadi penghambat arus mudik lebaran.

Pihaknya, meminta kepada semua anggota di lapangan bekerja keras mengatur dan mengamankan sejumlah titik simpul kemacetan dipasar tumpah tersebut.

Di perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Cirebon, pemudik akan terhambat di pasar Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun. Sedangkan dari arah alternatif Karang Ampel kepadatan arus terjadi di pasar Celancang.



Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Antara
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar