Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Disdik Bandung Bantah Katabelece Penerimaan Siswa Baru

Minggu, 08 Juli 2012, 15:42 WIB
Komentar : 0
amin madani
suasana penerimaan siswa baru

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan tidak ada katabelece atau surat sakti dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2012-2013. Sekalipun katabelece dari Walikota Bandung, Dada Rosada.

"Tidak ada katabelece dari Walikota Bandung yang menitipkan siswa untuk masuk ke sekolah negeri (SDN/SMPN/SMUN). Intinya tidak ada sama sekali katabelece yang datang dari pejabat," ujar Ketua Disdik Kota Bandung, Oji Mahroji, saat dihubungi, Ahad (8/7).

Namun, Oji membenarkan kalau adanya memo dari Dada Rosada untuk jajaran pendidikan di Kota Bandung, seperti Disdik Kota Bandung hingga para kepala sekolah. Namun memo tersebut bukan berisi titip menitip siswa. "Sah saja beliau (Walikota Bandung) sampaikan memo itu untuk menyampaikan proses PPDB yang sesuai prosedur," jelas Oji.

Dia menegaskan, di dalam memo tidak ada kata atau kalimat 'Harus diterima' atau kata 'mohon diterima' dan kalimat berbau titipan dari pejabat. "Kalimatnya, proses sesuai prosedur. Jangan disalahartikan harus diterima atau meminta untuk diterima. Kalimatnya tidak ada menitipkan," terangnya.

Oji juga membantah tentang adanya siswa miskin yang tersisihkan. "Hal yang terjadi, banyak siswa miskin melebihi kuota. Misalnya ditetapkan kuota 40 siswa di satu sekolah, tapi yang daftar 60, pasti 20 tersisih," terangnya.

Sebelumnya, Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) akan segera melaporkan temuan adanya katabelece dari para pejabat dalam proses PPDB ke Ombudsman Jabar. Hal itu bakal dilakukan agar hal serupa tidak terulang lagi.

"Kita akan laporkan hal ini ke Ombusdman secepatnya. Kalau tidak ada halangan, kita laporkan besok," ujar Koordinator KPKB Iwan Hermawan saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) pekan lalu. Ia menambahkan, jumlah surat sakti yang dikeluarkan para anggota dewan dan pejabat itu beragam.

Jumlah siswa titipan pejabat itu pun hampir ada di semua sekolah. Sebagai perbandingan, sekolah tingkat SMP negeri saja ada 52, SMA negeri ada 27 dan SMK negeri ada 15. Sementara jumlah siswa dalam satu kelas yang harusnya 36 kini membengkak. Rata-rata dalam satu kelas jadi ada 40 siswa.

Reporter : Rachmita Virdani
Redaktur : Dewi Mardiani
700 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...