Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anggaran Posyandu Naik 2.000 Persen

Thursday, 05 July 2012, 15:34 WIB
Komentar : 1
Blogspot
Relawan di Posyandu sedang bertugas, ilustrasi
Relawan di Posyandu sedang bertugas, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -— Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak untuk membangun perilaku hidup sehat di masyarakat. Sehingga, tahun ini Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk Posyandu. Pada 2010, bantuan Pemprov Jabar untuk Posyandu hanya Rp 2,5 miliar. Namun, tahun ini meningkat menjadi Rp 50 miliar.

‘’Bantuan provinsi untuk Posyandu sekarang naik 2 ribu persen. Dari hanya Rp 2,5 miliar jadi Rp 50 miliar,’’ ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Posyandu Tingkat Provinsi Jabar 2012, Kamis (5/7).

Heryawan menjelaskan, alasan Pemprov Jabar memberikan dana yang cukup besar ke Posyandu karena ingin membangun perilaku hidup sehat dengan cepat di masyarakat. Kader Posyandu, menjadi ujung tombaknya.

Dengan anggaran yang memadai, sambung Heryawan, Pemprov Jabar ingin semua bayi dan balita yang ada di Jabar terpantau kesehatannya. Selain itu, membangun pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sampai kepedesaan. Karena, selama ini PAUD hanya dinikmati oleh anak-anak yang ada di perkotaan saja. ‘’Sekarang PAUD bisa di mana saja dilaksanakan. Bisa di rumah, masjid, atau Posyandu,’’ imbuh Heryawan.

Menurut Heryawan, selain membangun perilaku hidup sehat di masyarakat, Posyandu pun diharapkan bisa berperan holistik mencakup berbagai bidang. Yakni, menggerakkan perekonomian, kesehatan, dan pendidikan. ‘’Hasil yang diperoleh dari alokasi anggaran yang cukup besar itu biasanya baru bisa diketahui tahun kedua atau ketiga,’’ tutur Heryawan.

Ia optimistis dengan anggaran tersebut perbaikan gizi di Jabar akan meningkat signifikan, angka kemiskinan akan berkurang, bayi terpantau sehingga angka kematian bayi akan menurun dan gizi buruk di Jabar bisa diselesaikan. Kata Heryawan, Posyandu di Jabar pun memiliki terobosan. Yakni, meluncurkan Posyandu online untuk mendapatkan data akurat tentang kondisi balita dan ibu hamil yang ada di 5.584 desa di Jabar.

Redaktur : Dewi Mardiani
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...