Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Cengkeh Tinggi, Alhamdulillah Petani Untung

Sabtu, 16 Juni 2012, 05:53 WIB
Komentar : 38
antara
Panen Cengkeh
Panen Cengkeh

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Harga komoditas cengkeh saat ini sedang di atas angin, yakni mencapai Rp 90 ribu per kilogram untuk cengkeh kering.

Padahal, tahun sebelumnya antara Rp 50-60 ribu per kilogram. Kondisi tersebut, jelas merupakan angin segar bagi petani cengkeh. Pasalnya, musim panen tahun ini keuntungan yang diperoleh petani jauh lebih lumayan.

Darman (35 tahun), petani cengkeh asal Kampung Citukung, Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, mengatakan, musim panen tahun ini jauh lebih baik. Selain hasil produksi meningkat, harga cengkeh dipasaran juga tinggi.

"Hasilnya lumayan," ujar Darman, Jumat (15/6).

Darman menyebutkan, dirinya hanya memiliki enam pohon cengkeh dalam ukuran besar. Meskipun sedikit, namun saat panen hasilnya mencapai 60 kilogram. Cengkeh yang telah dipanen itu, tidak dijual dalam kondisi basah. Melainkan kering. Supaya, harga jualnya lebih tinggi.

Selain itu, jika dalam kondisi basah para tengkulak tidak mau membeli. Soalnya, cengkeh dari Purwakarta ini harus dikumpulkan dulu oleh tengkulak. Kemudian dijual ke pabrik rokok yang ada di luar Purwakarta. Sehingga, kondisinya harus benar-benar kering. Agar tidak busuk.

Sebagian besar warga di desanya, menanam pohon cengkeh. Rempah-rempah ini, sangat menunjang perekonomian warga. Meskipun panennya hanya sekali dalam setahun, namun hasilnya lumayan menguntungkan.

"Kami membudidayakan cengkeh sejak dulu," jelasnya.

Penghasilan dari komoditi ini, sebagai tambahan dari upah harian tetap buruh pertanian. Seperti panen tahun ini, Darman mendapatkan penghasilan mencapai Rp 5,4 juta.

Petani cengkeh lainnya, Didin Saepudin (46 tahun), mengatakan, bagusnya harga cengkeh tahun ini, dikarenan curah hujan yang turun selama enam bulan tidak terlalu intens. Sehingga, curah hujan ini tak menganggu bunga cengkeh.

"Bila sering diguyur hujan, bunganya mudah rontok," ujar Didin.

Ia menjelaskan, siklus produksi dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang fluktuasi. Dengan kata lain, hasil panen setiap tahunnya berbeda-beda. Tahun kemarin, petani merugi. Sebab, curah hujan yang turun jauh lebih lama ketimbang musim kemaraunya. Akan tetapi, panen tahun ini hasil produksinya meningkat.

Petani cengkeh di desa ini, lanjut dia, mengenal siklus empat tahunan dan tiga tahunan. Siklus empat tahunan, yaitu dalam setahun produksi bagus. Dua tahun berikutnya produksi sedang. Kemudian, dalam setahun lagi hasil produksinya merosot.

"Tahun ini, merupakan awal dari siklus empat tahunan," jelasnya.

Kemudian, ada lagi siklus tiga tahunan. Siklus ini, setiap tahunnya bergilir, dari mulai hasil produksi bagus, sedang hingga merosot tajam.

Dengan kondisi harga yang bagus ini, dirinya berharap budidaya cengkeh akan semakin meningkat. Dengan begitu, warga akan memiliki penghasilan sampingan selain dari pertanian.

 

Reporter : Ita Nina Winarsih
Redaktur : Heri Ruslan
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...