Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembangunan Bandara, Persawahan di Karawang Terancam

Sunday, 10 June 2012, 13:53 WIB
Komentar : 2
Panca/Republika
Areal persawahan
Areal persawahan

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemerintahan Kabupaten Karawang menolak wacana pembangunan bandara. Pasalnya, wacana tersebut muncul secara mendadak.

Hal senada juga dikatakan Sekertaris Daerah Karawang Iman Sumantri. Ia mengatakan, pihaknya juga tidak setuju dengan adanya bandara di Karawang meskipun sudah ada penelitian dan rekomendasi dari JICA.

Jika wacana ini terealisasi, maka dampaknya akan sangat dirasakan masyarakat Karawang. "Kita sedang melakukan kajian terkait dampak positif dan negatifnya," ujar Iman.

Salah satu dampak yang nantinya dirasakan masyarakat, lanjutnya yaitu kebisingan akibat lalu lintas kedirgantaraan. Selain itu, lahan milik masyarakat akan semakin terkikis seperti areal persawahan dan perkebunan. Selain itu, lahan hutan di Karawang juga akan ikut tergerus proyek pembangunan ini.

Saat ini saja, lanjut Iman, sudah ramai di kalangan masyarakat yang melakukan kegiatan jual beli tanah. Dengan kata lain, sudah banyak pemilik modal yang membeli tanah milik warga.

Mereka membeli tanah bukan dilahan yang disarankan untuk proyek bandara. Melainkan, lahan yang nantinya jadi penyangga bandara tersebut. "Padahal, bandara ini masih belum jelas," cetus Iman.

Dia mengaku, pembangunan bandara di Karawang sampai kini masih suram. Pemkab Karawang sebagai daerah lokasi pembangunan, belum menerima blue print soal proyek tersebut.

Berbeda dengan pembangunan pelabuhan. Pemkab sudah menerima blue print sudah ada.

Pelabuhan ini akan dibangun di kawasan Pantai Ciparage, Kecamatan Tempuran. Nantinya, akses jalan menuju pelabuhan itu tidak akan dibuat sejajar dengan areal pertanian melainkan akan dibuatkan jalan layang agar  areal pertanian sepanjang menuju pelabuhan tidak terganggu oleh pembangunan tersebut.

Reporter : Ita Nina Winarsih
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...