Senin, 21 Mei 2012, 21:19 WIB

57 Desa di Karawang Endemis DBD

Red: Didi Purwadi
Antara
Pengasapan untuk mencegah penyakit demam berdarah. DBD termasuk salah satu KLB.
Pengasapan untuk mencegah penyakit demam berdarah. DBD termasuk salah satu KLB.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sebanyak 57 desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masuk kategori endemis demam berdarah dengue. Sementara, sebanyak 193 desa berpotensi endemis.

"Selama tahun ini saja, penderita DBD di Karawang sudah ada 180 orang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia," kata Programer Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan setempat, Dadang Wahyudin, saat Pelatihan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk lima desa se-Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, seluruh wilayah di Karawang mempunyai resiko terjangkit penyakit DBD. Dari 309 desa di Karawang, sebanyak 57 desa endemis DBD. Sebanyak 193 desa berpotensi endemis. Hanya 59 desa di Karawang yang hingga kini masih bebas DBD.

Dadang menyebutkan bentuk penanggulangan penyakit DBD yang harus dilakukan ialah menyelidiki epidemiologi, melakukan penyuluhan, serta pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup dan mengubur. Kemudian pemberian serbuk abate pada tempat penampungan air, fogging, dan lain-lain.

Ia menilai berbagai kegiatan pelatihan terhadap Kader Jumantik juga bagian dari kewaspadaan penyebaran DBD di Karawang. Kader Jumantik itu sendiri merupakan juru pemantau jentik yang membantu Puskesmas dalam kegiatan pengendalian vektor nyamuk penyakit DBD. Setelah selesai pelatihan, para kader Jumantik diharapkan mampu memahami penyebab, cara penularan, pertolongan pertama dan cara pencegahan serta pemberantasan penyakit DBD.

Sumber : Antara
loading...