Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

57 Desa di Karawang Endemis DBD

Senin, 21 Mei 2012, 21:19 WIB
Komentar : 1
Antara
Pengasapan untuk mencegah penyakit demam berdarah. DBD termasuk salah satu KLB.
Pengasapan untuk mencegah penyakit demam berdarah. DBD termasuk salah satu KLB.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sebanyak 57 desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masuk kategori endemis demam berdarah dengue. Sementara, sebanyak 193 desa berpotensi endemis.

"Selama tahun ini saja, penderita DBD di Karawang sudah ada 180 orang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia," kata Programer Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan setempat, Dadang Wahyudin, saat Pelatihan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk lima desa se-Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, seluruh wilayah di Karawang mempunyai resiko terjangkit penyakit DBD. Dari 309 desa di Karawang, sebanyak 57 desa endemis DBD. Sebanyak 193 desa berpotensi endemis. Hanya 59 desa di Karawang yang hingga kini masih bebas DBD.

Dadang menyebutkan bentuk penanggulangan penyakit DBD yang harus dilakukan ialah menyelidiki epidemiologi, melakukan penyuluhan, serta pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup dan mengubur. Kemudian pemberian serbuk abate pada tempat penampungan air, fogging, dan lain-lain.

Ia menilai berbagai kegiatan pelatihan terhadap Kader Jumantik juga bagian dari kewaspadaan penyebaran DBD di Karawang. Kader Jumantik itu sendiri merupakan juru pemantau jentik yang membantu Puskesmas dalam kegiatan pengendalian vektor nyamuk penyakit DBD. Setelah selesai pelatihan, para kader Jumantik diharapkan mampu memahami penyebab, cara penularan, pertolongan pertama dan cara pencegahan serta pemberantasan penyakit DBD.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...