Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Atap Bocor dan Aksi Mencontek Masih Warnai UAN SD

Senin, 07 Mei 2012, 14:53 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Ujian Nasional SD (ilustrasi).
Ujian Nasional SD (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon mengikuti Ujian Akhir Nasional (UN), Senin (7/5). Aksi saling mencontek di antara siswa mewarnai pelaksanaan UN di hari pertama.

Seperti yang terjadi di SDN Argasunya, Kota Cirebon. Meski terdapat dua pengawas di setiap kelas, namun sejumlah siswa terlihat asyik saling mencontek. Mereka saling berbisik dengan teman, baik di belakang maupun samping mereka.

Sedangkan guru pengawas, justru terlihat mengobrol di depan kelas. Karenanya, mereka tidak mengetahui aksi saling mencontek yang dilakukan para siswa.

Sementara itu, pelaksanaan UN juga sempat terganggu dengan hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon sejak pagi hari. Kondisi tersebut seperti yang terlihat di SDN Kedung Krisik. Di sekolah tersebut terdapat dua ruang kelas yang atapnya bocor.

Akibatnya, tetesan air dari atap yang bocor pun membasahi ruang kelas. Sejumlah siswa terpaksa memajukan kursi dan meja mereka untuk menghindari tetesan hujan. Kondisi itu berlangsung sekitar setengah jam sebelum ujian berakhir.

Walikota Cirebon, Subardi, saat meninjau pelaksanaan UN di kedua sekolah tersebut menyatakan, secara umum pelaksanaan UN tingkat SD berlangsung dengan baik. Dia berharap, kondisi tersebut akan berlangsung hingga hari terakhir pelaksanaan UN.

‘’Semoga kondisi ini bisa bertahan hingga Un selesai,’’ kata Subardi.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Dana Kartiman, menyebutkan, jumlah peserta UN tingkat SD dan MI di Kota Cirebon mencapai 7.100 siswa. Mereka akan mengikuti UN selama tiga hari.

‘’Untuk soal UN tingkat SD, hanya satu tipe,’’ tandas Dana.



Reporter : Lilis Sri Handayani
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...