Senin, 13 Ramadhan 1439 / 28 Mei 2018

Senin, 13 Ramadhan 1439 / 28 Mei 2018

Bulog Akui Beras OP Stok Lama

Selasa 23 Januari 2018 17:06 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas menata beras Bulog (ilustrasi)

Petugas menata beras Bulog (ilustrasi)

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Bulog tidak mungkin melepas kualitas premium dengan harga medium di pasaran.

REPUBLIKA.CO.ID,  TANGERANG -- Kepala Subdivre Bulog Tangerang, Junaidi membenarkan kualitas yang diberikan Bulog untuk Operasi Pasar (OP) merupakan stok lama. Stok beras untuk OP tersebut, lanjut dia, paling terakir yakni berkisar lima bulan ke belakang.

"Beras bulog itu memang kondisinya seperti itu, bukan beras baru yang habis digiling, jadi beras itu memang beras yang sudah kita simpan beberapa lama," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (23/1).

Junaidi mengatakan, beras dengan umur simpan yang lama tersebut disimpan sekitar bulan Juli dan Agustus 2017 silam. Sebab itu, dia mengatakan, ada kekurangan di dalam beras medium yang dimiliki Bulog. "Umurnya di gudang sekitar lima bulan. Sekitar itulah umur simpannya. Kalau dilihat secara visual, putih tapi memang berbau itu wajar karena disimpan lama," kata dia.

Akan tetapi, Junaidi mengatakan, kekurangan tersebut tergantung cara masyarakat menilai. Selera masyarakat sendiri, menurut dia, berbeda-beda dan tidak semua orang tidak menyukai beras OP dari Bulog. "Silakan saja masyarakat memilih sepanjang beras itu kita sediakan di pasar," kata dia.

Kemungkinan untuk meningkatkan kualitas beras di Operasi Pasar, lanjut dia, bisa dimungkinkan dengan dua catatan. Pertama respons pasar terkait Operasi Pasar saat ini, dan kebijakan pemerintah terkait Operasi Pasar.

Saat ini, Junaidi mengatakan, Bulog memiliki stok beras kualitas premium. Namun tidak mungkin melepas kualitas premium dengan harga medium di pasaran. "Bisa, Bulog juga punya stok premium ada, tapi harganya juga harga premium sesuai dengan kualitas," jelas dia.

Sedangkan beras OP merupakan beras medium dengan persentase kekurangan hingga 20 persen. Rencananya Operasi Pasar akan diadakan hingga 29 Januari mendatang. Namun demikian, dia mengatakan, jika harga beras belum stabil akan ada kemungkinan perpanjangan Operasi Pasar. "Yang jelas kita siap lakukan sesuai instruksi pemerintah," ujar dia mengakhiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA