Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Marak Isu LGBT, MUI Kota Tangerang Kumpulkan Petinggi Ormas

Sabtu 13 Januari 2018 18:56 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi kelompok LGBT

Ilustrasi kelompok LGBT

Foto: EPA/Ritchie B. Tongo

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Beberapa waktu belakangan santer terdengar kabar komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) bangkit di Kota Akhlakul Karimah, julukan Kota Tangerang. Hal tersebut membuat panas telinga Ketua MUI Kota Tangerang, Kyai Edi Junaidi Nawawi, bahkan, kabar terakhir mengatakan tempat favorit berkumpulnya komunitas LGBT adalah taman di depan Masjid Al Azhon yang bersebelahan dengan kantor MUI Kota Tangerang.

"Ini jelas haram, kita akan teruskan fatwa MUI pusat tentang haramnya LGBT," ujar dia pada

di Tangerang, Sabtu (13/1).

Kyai Edi bahkan menegaskan, pada Senin depan (15/1) MUI Kota Tangerang akan mengundang seluruh ormas di Kota Tangerang untuk membicarakan permasalahan tersebut. Menurutnya, hal ini dikarenakan komunitas LGBT sudah meresahkan warga Kota Tangerang.

"Kita akan undang petinggi Ormas hari Senin besok," jelas dia.

Tidak hanya itu, Kyai Edi juga menegaskan akan memberikan edaran hasil pertemuan tersebut ke seluruh cabang MUI di tiap kecamatan. Hal tersebut untuk memberikan pengertian bahaya laten dari LGBT tersebut kepada masyarakat.

MUI juga mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa dalam membentengi diri dari bahaya LGBT. Terutama keluarga, lanjut dia.

"Keluarga kita, kita kasih tau, jangan sampai ikut yang seperti itu," ujar dia mengakhiri.

Kekhawatiran bahaya LGBT juga menjadi Pemkot Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, pemerintah daerah dalam hal ini hanya bisa memberikan sosialisasi terkait bahaya LGBT dan penyakit seks menular lainnya. Pasalnya, munculnya grup LGBT Kota Tangerang di sosial media belum bisa dideteksi karena keterbatasan akses dan wewenang dari Pemkot Tangerang.

"Kita kan nggak tau (grup LGBT) Perumnas ini ada di mana, karena kita nggak bisa masuk akses ke akun Facebook itu, kan sekarang pemerintah pusat buat BSSN. Kita akan koordinasi dengan BSSN, anggotanya siapa saja kita petakan, bisa kita antisipasi," jelas dia.

Oleh sebab itu, dia berharap agar masyarakat juga ikut berperan aktif dalam melaporkan LGBT tersebut. Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, LGBT berada di sekitar masyarakat dan bisa memberikan dampak negatif di masyarakat.

"Namanya Perumnas, mohon maaf kita nggak tau siapa tau ada grup LGBT Sinar Hati. Bahaya kan itu, Kita berharap laporan dari masyarakat," ujar dia mengkahiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Penindakan Minuman Keras Ilegal di Bandung

Senin , 19 Februari 2018, 16:27 WIB