Selasa , 05 December 2017, 16:43 WIB

Pertamina Bantah Gas Melon di Malang Langka

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Prayogi
Pekerja menata tabung gas elpiji 3 Kg di salah satu agen gas elpiji (ilustrasi).
Pekerja menata tabung gas elpiji 3 Kg di salah satu agen gas elpiji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- PT Pertamina (Persero) membantah gas elpiji 3 kg atau gas melon langka di Kota Malang selama beberapa hari terakhir. Area Manager Communication and Relation Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Rifky Rahman Yusuf juga memastikan tidak ada laporan kenaikan harga gas melon di Kota Malang.

"Berdasarkan informasi dari lapangan seperti itu. Tidak ada kekosongan dan dari Pertamina tidak ada kebijakan untuk menaikkan harga," ujar Rifky saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (5/12).

Rifki menjelaskan, permintaan masyarakat terhadap gas elpiji sempat mengalami peningkatan saat perayaan Maulid Nabi. Kondisi ini pun membuat pasokan yang telah disiapkan sebelumnya tidak mencukupi kebutuhan yang ada. Terlebih lagi kebutuhan warga atas gas melon cukup membengkak saat itu.

Menurut Rifky, satu hari sebelum libur Maulid Nabi, Pertamina telah memasok gas elpji ukuran tiga kg dan 12 kg mengingat permintaan yang cukup banyak. Pasokannya justru ditambah sekitar 30 persen dibanding hari normal pada umumnya. "Pada Senin kemarin kami malah sudah tambah 50 persen buat cover request tambahan itu dan biasanya kami mengelontorkan 140 ribu tabung per hari," kata dia.

Sebelumnya, Rifki mengatakan, pasokan BBM dan gas memang sempat mengalami kendala. Hal ini karena terdapat jalur transportasi kereta yang putus menuju Malang akibat bencana yang terjadi di Kawasan Porong, Sidoarjo. Namun masalah tersebut sudah diperbaiki karena Pertamina memilih melakukan pengiriman melalui truk pertamina.