Selasa , 14 November 2017, 16:08 WIB

Anies: Kami tak Ada Kompromi dengan Narkoba dan Asusila

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Endro Yuwanto
ROL/Havid Al Vizki
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan para ulama dan tokoh agama di Balai Kota. Dalam kesempatan tersebut Anies menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya akan menindak tegas penyalahgunaan narkoba dan praktik-praktik asusila.

"Kami ingin meneruskan pesan kepada semua bahwa Jakarta tidak akan kompromi pada praktik-praktik asusila," kata Anies di hadapan ratusan ulama di pertemuan tersebut, Selasa (14/11).

Anies menegaskan, Jakarta harus menjadi kota dengan standar moral yang tinggi. Alasan itu yang menjadikannya tidak melanjutkan izin Hotel dan Griya Pijat Alexis beberapa waktu lalu. Ia berharap, semua tempat hiburan di Jakarta menghentikan bisnis prostitusi sebelum dibubarkan Pemprov DKI.

"Baru sepekan salah satu tempat yang paling terkenal tidak kami teruskan izin, sempat ramai juga, tapi yang bersangkutan menyatakan menerima. Kalau yang bersangkutan menerima kenapa yang lain tak menerima?" ujar Anies.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menambahkan, komitmen untuk membersihkan Jakarta dari praktik-praktik tak bermoral juga ditunjukkan dengan menutup Diskotek Diamond. Tempat itu merupakan lokasi penangkapan politikus Golkar Indra J Piliang dan rekannya yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

"Tempat-tempat yang ditutup karena di sana ditemukan praktik-praktik narkoba maka kami tidak akan izinkan untuk dibuka lagi. Tutup tempat itu. Kami tidak mau buka tutup, buka tutup, buka tutup, nah tutup selesai. Nggak mungkin aparat kami terus mengawasi setiap tempat," jelas Anies.