Senin , 30 Oktober 2017, 18:39 WIB

Polda: 12 Korban Kebakaran Masih Dirawat

Rep: Ali Yusuf/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Aprillio Akbar
Keluarga korban menangis disamping peti berisi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api seusai diserahterimakan di Posko Post Mortem di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (29/10).
Keluarga korban menangis disamping peti berisi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api seusai diserahterimakan di Posko Post Mortem di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (29/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi mencatat masih ada 12 korban yang dirawat di rumah sakit (RS) Tangerang dari jumlah total 46 korban kebakaran di PT Panca Buana Cahaya Sukses. Dari 46 korban itu, dua orang atas nama Nurhayati dan Atin meninggal di RS.

"Untuk korban sampai saat ini yang masih dirawat di rumah sakit ada 12," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (30/10).

Menurut Argo, 10 dari 12 korban selamat masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Ada delapan di antaranya di rawat di ruang perawatan umum dan dua di Intensive Care Unit (ICU). "Dua korban lain masih dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN, dan Ciputra Hospital Citra Garden, Jakarta Barat," katanya.

Dalam perostiwa ini, polisi masih terus melakukan identifikasi terhadap 38 kantong jenazah di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Sejauh ini, korban yang sudah teridentifikasi ada sembilan orang.

"Untuk identifikasi mayat yang sudah ada di RS Polri sampai sekarang ada sembilan sudah teridentifikasi. Kami tunggu saja dari tim DVI masih bekerja keras untuk mengidentifikasi," katanya.

Menurut Argo, lamanya proses identifikasi itu lantaran kondisi para korban yang meninggal mengalami luka bakar 100 persen. "Permasalahannya adalah korban meninggal 100 persen luka bakar, itu di situ. Kita tunggu saja identifikasi-identifikasi setiap hari akan kami sampaikan," katanya.

Dalam peristiwa ini polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah pemilik Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyino dan Direktur Operasional Panca Buana Cahaya Sukses Andri Hartanto, dan tukang las bernama Subarna Ega.