Senin , 15 Mei 2017, 19:41 WIB

Sudirman Said Isyaratkan Pulau Reklamasi Dialihfungsikan

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Ilham
Antara/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (11/5).
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (11/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said mengatakan, sikap gubernur dan wakil gubernur terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menolak reklamasi akan dibahas lebih terperinci dalam tim. Sudirman mengisyaratkan pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta itu akan dialihfungsikan.

"Tugas kami mengkaji bagaimana yang sudah terjadi di lapangan tetap bermanfaat bagi masyarakat, bagi lingkungan dan juga tidak mengganggu lingkungan hidup, syukur-syukur bisa menjadi sarana-sarana yang betul-betul dinikmati masyarakat," kata dia di Rumah Partisipasi di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/5).

Namun, mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu enggan menjelaskan lebih detail sarana-sarana yang dimaksudnya. Semua itu, kata dia, akan dibahas lebih detail di Tim Sinkronisasi.

Sudriman tak memungkiri sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan yang lebih pro terhadap kelanjutan reklamasi. Semua itu, menurut dia, akan dikoordinasikan dan berbicara terkait kewenangan masing-masing antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI. Dia yakin, Anies yang pernah duduk di kabinet pemerintah Presiden Jokowi akan lebih leluasa untuk berkomunikasi.

Namun, saat ditanya terkait bentuk komunikasi Tim Sinkronisasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenko Kemaritiman, Sudirman mengaku belum mengagendakan. "Tergantung kebutuhan," katanya.

Beberapa waktu lalu, Luhut mengatakan, Anies-Sandi harus tanggung jawab jika Jakarta tenggelam karena menolak reklamasi. Luhut mengatakan, pemerintah berkeinginan proyek reklamasi Teluk Jakarta tetap dilaksanakan karena urgensi dan fungsinya bagi keberlanjutan wilayah DKI Jakarta.

"Saya nggak lihat ada alasan, tapi kalau mau disetop, ya, bikin saja situ setop, nanti kalau sudah Jakarta tenggelam atau menurun, ya tanggung jawab. Jadi, jangan lari dari tanggung jawab di kemudian hari," ujar Luhut.