Kamis , 20 May 2010, 03:59 WIB

BIN: Aksi Tembak Mati Teroris Hanya Ekses

Rep: min/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Aksi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati terduga teroris, dianggap hanya ekses dari sebuah konflik. Sebab, bagaimanapun ada ekses dari setiap tindakan mengamankan negara.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Badan Intelejen Negara (BIN), As'ad Said Ali. "Tindakan polisi main tembak ya itulah ekses tadi," katanya usai memaparkan pidatonya sebagai pembicara kunci di sarasehan nasional hari kebangkitan nasional dan hari lahir pancasila, nasionalisme dan pembangunan karakter bangsa di Balai Senat Gedung Pusat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Rabu (19/5).

Ia kemudian menjelaskan bahwa tindakan polisi tersebut hanyalah tindakan represif, dari tindakan represif tersebutlah muncul ekses. Namun, ia mengakui pihaknya tak memiliki kewenangan apapun terkait hal ini. Sebab dalam kejadian seperti ini, fungsi Badan Intelejen adalah melakukan tindakan prefentif. BIN, menurutnya, hanya dapat meengetahui kemudian memetakan dan melokalisir suatu kejadian.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Saharuddin Daming, mengatakan, tindakan represif dalam memberantas terorisme, hanya akan menyuburkan teroris. Sebab, polisi tidak sekadar memberantas pelaku teror. Polisi juga berhadapan dengan ideologi terorisme yang dianut.

Saharuddin mencontohkan tindakan represif yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru terhadap gerakan separatis, seperti Aceh dan Papua. Di Aceh, menurutnya, separatisme baru berhenti setelah pemerintah akhirnya memilih pendekatan persuasif. "Seharusnya ini dijadikan pelajaran oleh pemerintah," katanya.