Jumat , 04 Agustus 2017, 22:45 WIB

Ini Cerita Saksi Tentang Joya yang Dibakar Hidup-Hidup

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/Dea Alvi Soraya
Lokasi tempat warga membakar MA yang diduga mencuri ampli mushola, Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Lokasi tempat warga membakar MA yang diduga mencuri ampli mushola, Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Seorang pria, Muhammad Alzahra alias Joya (30 tahun) warga Kampung Kavling Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, tewas dibakar hidup-hidup oleh warga. Joya dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara di Musala Al-Hidayah, Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8) lalu.

Salah satu saksi mata, Noval menjelaskan kronologi kejadian pembakaran yang menewaskan Joya. Menurut dia, Joya lari dari arah jembatan yang terletak di Sasak Muara perbatasan Desa Suka Wangi dan Suka Tenang.

"Jadi ditangkap sampai jam 4 kurang dan dibakar jam 5-an. Diarak diseret satu jam. Nggak lihat diaraknya, tapi lihat pas dibakar. Masalahnya itu masjid yang kecolongan," kata Noval saat ditemui Republik.co.id, di lokasi kejadian pembakaran yang menewaskan Joya, Jumat (4/8).

Joya, kata dia sebelum tertangkap warga sempat melarikan diri dengan terjun ke kali untuk menyelamatkan diri, namun warga telah menunggu Joya di Sasak Muara.

Saat dihajar massa, lanjut dia Joya tidak melakukan perlawanan sama sekali. Dia juga mengaku mendengar banyak warga yang berteriak dan memprovokasi untuk melakukan tindakan brutal terhadap Joya. Dia menjelaskan, saat itu massa yang berkerumun di lokasi tempat kejadian sekitar 500 orang.

"Pelakunya lari kabur, dia dari kali. Pas dari kali udah ditungguin warga. Motornya ditinggalin di dekat sasak masjid. Ibaratnya dia ngiterin kali terus udah ditungguin warga pas naik kalimya. Pas dikeroyok banyak warga yang teriak "bakar aja". Sempat ada yang mau amanin tapi kalah jumlah," kata dia.

Menurut Noval, saat dihajar massa, Joya sempat berteriak bahwa dia tidak mencuri, namun diabaikan warga. Joya meninggal ditempat saat warga kehilangan kendali dan membakar hidup-hidup tubuh Joya. Jenazah, kata Noval diamankan polisi sekitar pukul 18.00 WIB, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. "Pas dibakar masih nafas dia. Saat dibakar matinya. Pas dipukulin masih hidup.

Sempat juga dikeroyok. Ada yang bawa balok kayu, udah gak tega dah saya liatnya. Saya taunya udah kebakar doang. Yang dibakar sm sekali ga bersuara," kata Noval.