Senin , 12 June 2017, 17:03 WIB

Djarot Ingin Pengoperasian Koridor 13 Tepat Waktu

Red: Bilal Ramadhan
Republika/Prayogi
Suasana jembatan penyeberangan orang (JPO) yang juga sebagai penghubung menuju halte TransJakarta CSW Koridor 13 Ciledug-Tendean di Jakarta, Rabu (4/1).
Suasana jembatan penyeberangan orang (JPO) yang juga sebagai penghubung menuju halte TransJakarta CSW Koridor 13 Ciledug-Tendean di Jakarta, Rabu (4/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menginginkan agar peresmian pengoperasian Koridor 13 Transjakarta dilaksanakan tepat waktu, yakni 22 Juni 2017.

"Diusahakan, supaya peresmian Koridor 13 itu bisa tepat waktu, yaitu 22 Juni 2017 atau tepat dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-490 Kota Jakarta," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (12/6).

Oleh karena itu, mantan wali kota Blitar itu pun meminta agar uji coba pengoperasian dengan mengangkut penumpang di Koridor 13 rute Tendean-Ciledug itu segera dilaksanakan. "Kalau memang ada fasilitas-fasilitas yang harus diperbaiki atau dilengkapi, segera saja dilakukan, sehingga, uji coba pengoperasian koridor tersebut juga tetap dapat dilaksanakan," ujar Djarot.

Lebih lanjut, dia mengaku telah memberikan instruksi kepada PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar segera merampungkan infrastruktur di sepanjang koridor tersebut. "Jadi, Koridor 13 itu harus tetap diuji coba dulu, kemudian diusahakan 22 Juni 2017 sudah bisa 'launching'. Semua fasilitas atau infrastruktur yang ada di koridor itu harus dirampungkan secepatnya," tutur Djarot.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menunda uji coba pengoperasian Koridor 13 rute Ciledug-Tendean untuk mengangkut pelanggan yang semula dijadwalkan pada 12 Juni 2017. Keputusan penundaan tersebut diambil setelah fasilitas halte yang ada di jalan layang khusus bus Transjakarta yang sudah dibangun itu masih belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Sejumlah halte yang ada di Koridor 13 itu diketahui masih belum terpasang pintu yang memenuhi standar pelayanan, yaitu di Halte CSW, Halte Cipulir, Halte Swadarma dan Halte Adam Malik. Selain itu, ada beberapa letak loket di halte Transjakarta Koridor 13 itu juga harus diubah karena posisinya keliru.

Lubang loket kasir seharusnya lurus dengan arah arus pelanggan datang, bukan di samping, sehingga pelanggan yang bertransaksi tidak mengganggu antrian. Oleh karena itu, Transjakarta memutuskan untuk melakukan pembenahan terlebih dahulu sebelum mulai melaksanakan uji coba pengoperasian koridor sepanjang 9,3 kilometer tersebut.

Sumber : Antara