Rabu , 03 May 2017, 10:05 WIB

Alami Gangguan Jiwa, Seorang Wanita Lakukan Upaya Penculikan

Rep: Aziza Fanny Larasati/ Red: Angga Indrawan
Ilustrasi penculikan bayi.
Ilustrasi penculikan bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Seorang wanita lakukan upaya penculikan terhadap seorang bocah berusia 4 tahun di Medan Satria, Bekasi. Wanita yang hampir diamuk massa karena aksinya ini ternyata mengalami gangguan kejiwaan.

Upaya penculikan yang dilakukan oleh Nursaidah kepada RZ (4 tahun) terjadi di Kampung Pintu Air RT 07 RW 07, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria pada Senin (1/5).

Pelaku pada awalnya mengajak RZ yang tengah bermain sendirian untuk ikut bersamanya. RZ yang merupakan anak dari Hendrik pun telah dikenal oleh warga sekitar. Hal tersebut yang menimbulkan kecurigaan warga.

Pelaku kemudian mengatakan bahwa RZ adalah anaknya. Pelaku pun hampir diamuk warga yang menyadari bahwa aksinya adalah upaya penculikan. Tidak dapat mengelak, pelaku akhirnya mengaku bahwa ia berniat membawa korban. Warga kemudian menggiring pelaku ke rumah korban.

“Pelaku melakukan hal tersebut karena rindu terhadap anaknya yang bernama Aldo (4 tahun). Tetapi tindakan pelaku berlebihan sehingga orang tua korban melapor kepada pengurus RW dan membuat warga menjadi ramai ingin melihat kejadian tersebut,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, pada Selasa (2/5).

Orang tua korban, lanjutnya, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui ternyata pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Berdasarkan laporan dari suaminya Abdul Gani, pelaku sudah mengalami gangguan kejiwaan selama dua tahun ini,” ujar Erna. Hal ini dibuktikan dengan surat dari RS Drs. H Marzuki Mahdi Bogor yang dibawa oleh suaminya. Dan pada Kamis (20/4) lalu, pelaku baru keluar dari rumah sakit dan masih membutuhkan pengawasan.