Selasa , 28 March 2017, 11:24 WIB

Pemkab Tangerang Akui Penderita Kusta Enggan Berobat

Red: Andi Nur Aminah
Antara/Lucky R
Pemasangan kaki palsu kepada orang yang pernah mengalami kusta
Pemasangan kaki palsu kepada orang yang pernah mengalami kusta

REPUBLIKA.CO.ID,  TANGERANG -- Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui puluhan penderita penyakit kusta enggan berobat ke Puskesmas atau ke RSUD setempat. "Padahal paramedis sudah melakukan pendekatan kepada penderita, tapi tetap saja mereka menolak," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Selasa (28/3).

Ahmed mengatakan dia berupaya secara maksimal menurunkan jumlah petugas dengan melakukan pemeriksaan medis secara berkala kepada pasien penderita penyakit tersebut. Masalah tersebut terkait dari evaluasi petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Tangerang. 

Selama tahun 2016, terdapat sebanyak 398 penderita kusta di wilayah ini. Para penderita kusta tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Sepatan, Pakuhaji, Mauk, Rajeg, Kronjo, Balaraja, Cikupa dan Pasar Kemis. 

Namun penderita yang terbanyak berada di Kecamatan Sepatan Timur dan Kresek. Mereka hidup berkelompok dan memiliki komunitas tersendiri.

Diperkirakan puluhan penderita lain tidak bersedia berobat karena berbagai alasan, walau petugas medis sudah mendatangi rumah mereka. Dia menambahkan upaya yang dilakukan adalah dengan cara aparat Dinkes melakukan deteksi dini terhadap penderita dengan pemberian obat dan penangganan medis rutin.

Sedangkan sebanyak 397 penderita saat ini dalam program pengobatan oleh aparat Dinkes setempat dan dibantu petugas medis tiap Puskesmas. Bahkan dari jumlah tersebut sebanyak 49 penderita yang mengalami cacat fisik secara permanen dan membutuhkan bantuan medis secara rutin.

Penderita kusta banyak juga yang mandiri. Seperti menjadi juru parkir, pembersih jalan, petugas kebersihan pasar tradisional di Sepatan. Padahal sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Pemkab Tangerang melakukan pembinaan dengan cara memberikan pelatihan kepada mantan penderita kusta di Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Jayanti. 

 

Sumber : Antara