Rabu , 01 Maret 2017, 17:47 WIB

Pelukis Bogor Pamerkan Lukisan Wajah Raja Salman

Red: Ilham
Reuters/Gary Cameron
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Eki Salim Bawazir (46 tahun), pelukis jalanan asal Kota Bogor, Jawa Barat, memamerkan lukisan wajah Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. Lukisan tersebut dibuatnya khusus untuk menyambut kedatangan Sang Raja di Indonesia. 

Lukisan naturalis menggunakan pensil warna tersebut diberi bingkai berwarna emas yang terbuat dari kayu berkualitas, dipajang di lokasi biasa ia mangkal di Jl Juanda, di samping Kantor Pos, dekat dengan pintu II masuk Kebun Raya Bogor. "Khusus saya buat untuk menghormati Raja Salman yang datang ke Istana Bogor," katanya. 

Lukisan wajah Raja Salman tersebut terlihat jelas bagi pengendara ketika melintas di Jl Juanda dari arah Tugu Kujang. Apalagi, jaraknya dekat dengan Istana Bogor yang sedang menerima kedatangan rombongan Raja Arab Saudi. 

Eki mengaku memang sengaja melukis Raja Salman yang contohnya diambil dari potongan koran, lalu dia tuangkan pada kanvas. Ia mengaku perlu waktu sehari untuk menyelesaikan lukisan tersebut. "Saya melukisnya kemarin, tidak terlalu sulit karena sudah biasa, cuma butuh satu hari siap," katanya. 

Eki sehari-hari berprofesi sebagi pelukis jalanan, dan kebanyakan ia menerima pesanan sketsa dari pengunjung Kebun Raya Bogor. Ia juga melukis beberapa pemandangan Kota Bogor. 

Pelukis beraliran realis ini juga membuat lukisan seluruh Presiden Republik Indonesia di dalam satu mobil dengan judul "Tujuh Lembaga Tertinggi Negara". Lukisan tersebut ia hargai Rp 100 juta. 

Menurut Eki, melukis wajah pimpinan negara bukan yang pertama kali dilakukannya. Setiap kali ada pertemuan antarnegara di Istana Bogor, bapak empat anak ini membuat khusus lukisan pejabat penting tersebut. 

Ia juga sempat membuat lukisan saat pertemuan APEC digelar, begitu juga ketika kunjungan Presiden Amerika Serikat Geoger W Bush ke Istana Bogor tahun 2006. "Tapi lukisan Bush tidak ada yang beli, karena ketat penjagananya jadi tidak ketemu sama delegasinya," kata Eki. 

Eki sudah menjadi pelukis selama 35 tahun. Ia memilih melukis di jalanan untuk menambah penghasilan keluarga. Ia biasa mangkal di samping pintu II Kebun Raya Bogor, sudah 15 tahun lamanya. Sebelumnya, ia biasa mangkal di Tamrin Balai Budaya. 

Sumber : Antara