Rabu , 20 January 2016, 00:05 WIB

Polisi Tewas Diserang Massa Saat Penggerebekan Narkotika, Kapolri Berkomentar

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Bilal Ramadhan
Antara/Reno Esnir
Petugas membawa jenazah anggota polisi Polsek Senen Bripka Taufik Hidayat setibanya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Selasa (19/1).
Petugas membawa jenazah anggota polisi Polsek Senen Bripka Taufik Hidayat setibanya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Selasa (19/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggerebekan yang dilakukan Satres Narkoba Polsek Senen di rumah bandar narkotika yang beralamat di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (18/1) malam, menelan korban di pihak aparat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan hal itu sudah menjadi risiko yang dihadapi anggota polisi saat menjalankan tugasnya.

"Memang ada potensi bahaya yang dihadapi petugas saat menangani kasus narkoba kali ini, karena sindikatnya membawa senjata. Dan itu menjadi salah satu risiko yang mesti dihadapi polisi," ujar Badrodin saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/1).

Menurut Badrodin, polisi tidak boleh menganggap enteng risiko bahaya tersebut saat memberantas narkoba. Untuk itu, ia mengingatkan kepada seluruh anak buahnya agar ke depannya bekerja secara lebih hati-hati dan profesional.

Badrodin menambahkan, lokasi di Matraman yang menjadi sasaran penggerebekan oleh polisi semalam memang dikenal sebagai salah satu daerah peredaran gelap narkoba di Jakarta. Bahkan, tidak menutup kemungkinan banyak warga di kawasan itu yang ikut terlibat dalam bisnis barang haram tersebut.

"Mungkin masyarakat yang tinggal di daerah itu perlu diberikan penyuluhan yang lebih intensif lagi supaya mereka sadar," ucap Badrodin.

Lima anggota Satres Narkoba Polsek Senen diserang oleh sejumlah warga dengan menggunakan senjata tajam, saat melakukan penggerebekan di Jalan Slamet Riyadi IV, Matraman, Kebon Manggis, Jakarta Timur.

Akibat penyerangan itu, dua anggota mengalami luka tajam dan saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Sementara, seorang anggota bernama Bripka Taufik Hidayat tercebur ke Sungai Ciliwung.