Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Gebrak Pakumis,' Atasi Kawasan Kumuh di Kabupaten Tangerang

Rabu, 13 November 2013, 18:10 WIB
Komentar : 1
Edwin/Republika
Kawasan kumuh di Jakarta
Kawasan kumuh di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, TIGARAKSA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencanangkan program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) untuk mengatasi pemumikan kumuh dan masyarakat miskin.

Sasaran dari program tersebut adalah kawasan permukiman kumuh seperti rumah tidak layak huni, prasarana sarana dan utilitas yang buruk dan kurang memadai yang berdampak pada rendahnya tingkat kesehatan lingkungan, Rabu (13/11).

Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menyatakan program tersebut merupakan gabungan Program Kerja Sama Pembangunan dan Program Lingkungan Sehat Perumahan.

Adapun di dalamnya mencakup kegiatan berupa pelaksanaan penyusunan database, pelatihan pengelola program stimulan dan penyaluran dana stimulan pada pengelola program.

"Fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan penataan kawasan kumuh, di mana tiap tahun kami targetkan dapat meningkatkan sedikitnya 800 rumah atau 4.800 rumah," kata Zaki.

Adapula pada program tersebut mencakup penataan lingkungan pada melalui dana hibah akhir periode RPJMD. Ia memaparkan pada 2012 di Kabupaten Tangerang sendiri terdapat 407 lokasi permukiman kumuh dan 13.950 keluarga yang tinggal di permukiman kumuh.

Serta adapula 81.440 kualitas bangunan rumah tidak permanen. Selanjutnya sebanyak 5.283 jumlah keluarga yang tinggal di bantaran sungai. Selain itu, ada juga 3.836 jumlah rumah yang terdapat di bantaran sungai.

"Gebrak Pakumis ini akan dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdaya annggota masyarakat itu sendiri," tuturnya.

Sementara itu, sinergitas program juga akan dilakukan dengan kegiatan lain yang dilakukan baik lembaga pemerintah, swasta perguruan tinggi, maupun masyarakat. Data pada tahun 2012 ini, dana bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang.

Pada kesemapatan tersebut, sudah terdapat program peningkatan kualitas perumahan yang dilakukan terhadap 1.000 lebih unit rumah. Hal itu juga beserta pembangunan prasarana, sarana dan utilitasnya.

Ia menambahkan pada pelaksanaanya di lapangan turut mendampingi program yang digulirkan pemerintah. Di antaranya, seperti bantuan stimulant perumahan swadaya, sertifikasi atas tanah, maupun program penanganan perumahan dan permukiman kumuh berbasis kawasan.

Reporter : Nurhamidah
Redaktur : Djibril Muhammad
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...

Berita Lainnya

Jokowi Sebut Penghubung ke Blok G Rampung Desember

Pemilih dengan NIK Invalid di Provinsi DKI Capai 66.089

Polisi Selidiki Penemuan Potongan Tubuh di Jalan Tol