Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi Resmikan Lima Pasar Tradisional

Rabu, 06 November 2013, 15:34 WIB
Komentar : 0
Yasin Habibi/Republika
Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, SETIABUDI -- Pencanangan pembangunan pasar tradisional oleh PD Pasar Jaya dimulai di lima titik pasar di wilayah DKI Jakarta. Kelima pasar tersebut adalah Pasar Manggis, Pasanggrahan, Kebon Bawang, Kebon Duri, dan Nangka Bungur.

Peresmian pembangunan kelima pasar yang diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpusat di Pasar Manggis, Jakarta Selatan, berlangsung Rabu (6/11). 

Jokowi mengatakan, para pedagang akan mendapatkan keuntungan. “Pemerintah kota akan memberikan kebijakan gratis sewa tempat usaha,” ujar gubernur yang akrab disapa Jokowi itu disambut sorak sorai pedagang. 

Kedepannya, pedagang hanya akan dikenakan biaya perawatan, listrik, dan air saja. “Padahal sebelumnya pedagang harus membayar sewa sampai 200 Juta. Tapi kini digratiskan,” ujar Jokowi lagi. 

Namun para pedagang juga harus mematuhi peraturan yang berlaku yaitu tidak menjual atau mengalihkan kiosnya kepada pihak lain. Menurut Jangga Lubis, Direktur Utama Program Pembangunan PD Pasar Jaya, pembangunan kelima pasar tersebut akan selesai pada waktu enam sampai tujuh bulan kedepan. 

Di provinsi DKI Jakarta terdapat total 35 pasar. Ini berarti masih ada 30 pasar lagi yang belum diperbaiki. Supriyadi, salah satu perwakilan pedagang Pasar Manggis mengungkapkan rasa syukurnya. Sementara Nuryati, perwakilan pedagang Pasar Pasanggrahan,  berharap pasar mereka akan ramai dan menguntungkan pedagang.

Sedangkan Nur Rafli, pedagang buah di Pasar Manggis mengaku bahagia akan ada perbaikan pasar. Walaupun begitu ia berharap agar pembangunan cepat selesai dan ia bisa beraktivitas dagang seperti biasa lagi.

“Sekarang sedang menurun, karena sedang ada pembangunan. Pelanggan jarang datang karena susah parkir,” ujar Nur Rafli yang mengaku sudah berjualan selama 30 tahun di Pasar Manggis.

 

Reporter : Mg20
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...

Berita Lainnya

Jokowi: Pasar Rakyat Harus Bisa Bersaing dengan Supermarket

Jokowi: Pasar Rakyat Harus Bisa Saingi Supermarket

Forum Buruh DKI Tetap Tuntut Kenaikan Upah