Kamis , 10 October 2013, 14:04 WIB

Jokowi Ingin Orang Berbondong-bondong Naik MRT

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Mansyur Faqih
Prayogi/Republika
Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan pembangunan fisik (groundbreaking) proyek Mass Rapid Transit (MRT). Acara peresmian tersebut berlangsung di Taman Dukuh Atas, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/10). 

"Dua puluh empat tahun warga Jakarta bermimpi ingin punya MRT. Mungkin banyak yang mimpinya sudah hilang karena pembangunan enggak dimulai-mulai. Tapi alhamdulillah pagi ini akan dimulai groundbreaking fisik pembangunan MRT," ujarnya.

Dalam sambutannya, Jokowi juga berpesan pada jajaran direksi PT MRT agar terus mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai dampak kemacetan yang pasti akan ditumbulkan oleh proyek tersebut. Selain itu, ia juga meminta agar PT MRT mensosialisasikan gaya hidup menggunakan transportasi massal mulai dari sekarang. 

"Sehingga saat MRT jadi, orang-orang langsung masuk berbondong-bondong naik MRT dan meninggalkan mobil pribadi," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Dono Boestami mengatakan, tahap awal kontruksi MRT sebenarnya sudah mundur dua tahun. Karenanya, perusahaan terus mengusahakan upaya percepatan agar tahap kontruksi MRT bisa segera dimulai. 

Dia juga mengatakan, Taman Dukuh Atas yang dijadikan tempat peresmian ini nantinya akan dijadikan stasiun MRT. "Diharapkan stasiun MRT di sini dapat menjadi titik integrasi dengan moda transport lainnya. Karena seperti kita tahu di seberang ada stasiun kereta dan rencananya juga akan ada waterway," ujarnya. 

MRT tahap pertama akan dibangun sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, yang terdiri dari enam stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Menurut Dono, paket stasiun bawah tanah kontraktornya sudah siap. Sementara untuk paket stasiun layang kontraknya akan segera ditandatangani bulan ini.