Rabu , 09 October 2013, 20:25 WIB

Jokowi Bicarakan Pergantian Nama Jalan Soekarno

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Rakhmawaty La'lang
Jalan Medan Merdeka Barat
Jalan Medan Merdeka Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan mengundang berbagai kalangan akademisi untuk membicarakan penggantian Jalan Merdeka Utara menjadi Jalan Soekarno dan Jalan Merdeka Selatan diubah sebagai Jalan Hatta.

"Suratnya kalau sudah sampai di meja saya, tentu akan saya bahas dengan dinas-dinas terkait dan saya akan undang berbagai kalangan akademisi misalnya ahli sejarah maupun tokoh masyarakat untuk membicarakan mengenai penggantian dua nama jalan tersebut," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/10).

Jokowi berkata, hal tersebut dilakukan karena ia ingin melihat segi historis dan filosofis perubahan nama jalan di kawasan Istana Negara yang merupakan usulan dari Panitia 17. "Nanti dilihat historisnya seperti apa, sisi filosofisnya itu bagaimana. Karena ini penghargaan terhadap tokoh besar kita Bung Karno dan Bung Hatta," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Panitia 17, Jimly Asshidiqie mengatakan Jokowi tidak perlu mengajukan penggantian nama jalan kepada Presiden untuk diresmikan. Karena itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pengembangan Kawasan Medan Merdeka di wilayah DKI Jakarta.

"Di dalam Keppres tersebut tidak ada ketentuan yang menyebutkan bahwa itu diputuskan presiden, jadi berlaku umum sehingga cukup Gubernur saja," ujar Jimly di Jakarta, Selasa (8/10).

Namun, Jokowi harus bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi sebagai ketua pengarah. "Selain itu Jokowi harus sowan dulu ke Presiden sebelum meresmikan nama jalan," kata dia.

Ia mengatakan pihaknya sudah menyepakati Jalan Merdeka Utara menjadi Jalan Soekarno dan Jalan Merdeka Selatan diubah menjadi Jalan Hatta "Dua nama jalan itu saja dulu, lalu tambah satu nama taman di kawasan Monas yang menjadi Taman Merdeka," tutupnya.

Sumber : Antara