Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemadaman Listrik Bergilir, PLN: Ini Hanya untuk Pemeliharaan Gardu

Selasa, 03 September 2013, 16:00 WIB
Komentar : 1
Musiron/Republika
Gardu listrik PLN
Gardu listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laiknya sebuah mesin, gardu listrik juga butuh istirahat. Itulah alasan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik secara bergilir beberapa tempat di DKI Jakarta. Seperti pantauan Republika, beberapa tempat di kawasan Lenteng Agung dan Cilandak Barat mendapatkan giliran untuk dipadamkan listrik.

Deputi Manager Humas PLN Distribusi Jakarta dan Tanggerang, Roxy Suagerino mengatakan hingga saat pihaknya belum mendapati adanya gangguan listrik. Jadi pemadaman di beberapa wilayah di Jakarta hanya sebagai langkah pemeliharaan gardu dan peralatan listrik saja. 

"Pemadaman listrik itu disebabkan dua hal, pertama karena gangguan, dan kedua untuk pemeliharaan. Jika ada pemadaman seperti di wilayah Lenteng Agung, itu hanya bersifat pemadaman untuk pemeliharaan gardu," kata Roxy kepada Republika, Selasa (3/9).

Roxy mengatakan pemadaman untuk pemeliharan gardu listrik hanya berlangsung tak lebih dari tiga jam saja. Pemadaman tersebut memang secara berkala harus dilakukan untuk memelihara peralatan listrik dan gardu agar tetap awet. 

"Gardu itu kan harus dipelihara. Jika kita lihat kondisinya sudah memerlukan pemeliharaan, maka untuk sementara waktu akan kita padamkan," jelas Roxy.

Humas PLN Pusat, Bambang Dwiyanto menambahkan tidak benar jika ada pemadaman disebabkan adanya gangguan. "Biasanya kalau ada gangguan pasti sudah ramai di group BBM (BlackBerry Messanger) kita. Tapi, ini tenang-tenang saja," katanya.

Adapun pemadaman yang dilakukan bergilir di beberapa wilayah DKI Jakarta bukan disebabkan adanya gangguan listrik. "Pemadaman lokal itu sangat lokal dan padamnya tidak lama. Ini padam terjadwal karena pemeliharaan dan biasa dilakukan untuk menjaga kenadalan pasokan listrik," paparnya.

Pemadaman listrik tentu saja mengganggu jalannya usaha di masyarakat. Jenis usaha yang sepenuhnya bergantung dengan listrik tentu akan mengalami kerugian. Seperti yang dialami salah seorang penjaga warnet di Daerah Lenteng Agung, Diki. Ia pernah mengalami hal 'apes' ketika listrik padam. 

Ketika pelanggan warnetnya penuh, tiba-tiba saja listrik padam. Pelanggan warnetnya langsung mengeluh. "Ada yang marah juga mas. Kebetulan dia lagi download dan sedikit lagi kelar. Tapi listrik keburu padam," kisahnya kepada Republika.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Citra Listya Rini
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar