Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Nyok, Ikut Lebaran Betawi, Kapan Tuh?

Wednesday, 28 August 2013, 05:23 WIB
Komentar : 1
 Suasana Lebaran Betawi/ilustrasi (Agung Fatma Putra)
Suasana Lebaran Betawi/ilustrasi (Agung Fatma Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan menggelar Lebaran Betawi. Pagelaran untuk keenam kalinya ini akan digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (31/8) hingga Ahad (1/9) pukul 09.00-22.00 WIB. 

Agenda tahun ini dikemas dalam bentuk pesta taman dengan adanya simulasi perkampungan Betawi di tengah kemajemukan budaya Jakarta. Berbagai atraksi budaya khas Betawi akan ditampilkan seperti tari-tari Betawi, tanjidor, gambang kromong, keroncong Jakarta, wayang kulit Betawi, sambrah, orkes melayu (Mashabi, Johana Satar), ondel ondel, layar tancep, lenong Betawi, palang pintu, topeng, sohibul hikayat, serta permainan tradisional Betawi.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati beraneka ragam kuliner Betawi seperti bir pletok, geplak, wajik, kerak telor, dan sebagainya. Disediakan juga produk budaya Betawi berupa batik/busana Betawi, cinderamata, dan arsitektur Betawi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, tahun ini Kabupaten Kepulauan Seribu yang menjadi tuan rumah, namun pagelaran akbar bertema Lebaran Betawi 2013/1434 Hijriah, Berpadu Wujudkan Jakarta Baru tersebut akan digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat. "Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, akan ada banyak pertunjukan budaya Betawi," kata Arie, seperti dilansir situs beritajakarta.

Menurut Arie, Lebaran Betawi ini merupakan wadah komunikasi dan silaturahmi masyarakat Jakarta yang multikultur dengan mengangkat tradisi nilai-nilai luhur masyarakat Betawi. Tujuannya mewujudkan kota Jakarta sebagai kota budaya dan pusat kebudayaan nusantara. 

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Peduli Keamanan, Motor Metik Ini Terus Berinovasi
JAKARTA -- Meningkatkan faktor keamanan, Honda akan benamkan teknologi Combi-Brake System (CBS) dan Idling Stop System (ISS) pada motor matiknya. Division Head Sales Division...

Berita Lainnya

Kisruh Lahan Cucu Adam Malik dan Pemprov DKI

Dilaporkan ke Polisi, Jokowi Malah Panggil Kasatpol PP