Sabtu, 24 Agustus 2013, 17:02 WIB

Penembakan Polisi Marak, Polri : Kami Tetap Bertugas Seperti Biasa

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Djibril Muhammad
Republika/ Yasin Habibi
Polisi berjaga di lokasi penembakan dua anggota Polri di Jalan Graha Raya, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8).
Polisi berjaga di lokasi penembakan dua anggota Polri di Jalan Graha Raya, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rentetan penembakan kepada anggota polisi belakangan ini mengungkap kenyataan anyar aparat hukum sedang dalam incaran pembunuhan. Jaringan terorisme diduga kuat ada dibalik peristiwa-peristiwa yang sudah menewaskan tiga anggota kepolisian dalam sebulan belakangan ini.
 
"Penyelidikan masih terus berlangsung. Tentunya semua petunjuk sudah dikumpulkan, tinggal melakukan langkah-langkah selanjutnya," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto kepada Republika di Jakarta Sabtu (24/8).
 
Menyoal ancaman pembunuhan yang kian nyata mendera kepolisian, Agus berujar, polisi tidak akan gentar. Hal itu dibuktikan Polri dengan tetap melakukan prosedur operasional kerja secara normal.

Tak akan ada pengamanan khusus bagi anggota Korps Bhayangkara yang bekerja di lapangan. Semua berjalan seperti pada lazimnya sebagai bukti polisi tidak terpengaruh dengan gertakan penembakan ini.
 
"Demikian juga untuk pimpinan Polri. Belum ada instruksi khusus untuk pengamanan ekstra para pimpinan, semua berjalan sama," kata perwira melati tiga ini.
 
Agus berujar, kepolisian akan senantiasa mengahadirkan keamanan di tengah masyarakat. Walau kini mereka dalam ancaman penembakan yang pelakunya masih dalam tahap pengejaran. "Kewaspadaan saja yang eprlu ditingkatkan," ujarnya.
 
Seperti diketahui, rangkaian penembakan polisi sudah menumbangkan empat anggota Polri. Tiga di antaranya tewas dan lainnya mengalami luka serius.

Polisi belum dapat mengeluarkan klaim penangkapan atas para pelaku yang melakukan aksinya di wilayah Tangerang Selatan da Jakarta Selatan ini.

Meskipun, dalam seminggu terakhir ada delapan terduga teroris diangkap oleh polisi dimana dari tangan mereka disita sejumlah senjata api, bom rakitan, dan ratusan peluru.

loading...