Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Alasan Ahok Tolak Copot Lurah Lenteng Agung

Jumat, 23 Agustus 2013, 05:05 WIB
Komentar : 54
Republika/Adhi W
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Desakan sejumlah warga yang meminta Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, dicopot ditolak mentah-mentah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama. Terlebih, desakan itu hanya karena yang bersangkutan beragama non-Muslim.

Basuki menegaskan, Pemprov DKI tidak dapat memberhentikan seseorang dari jabatan hanya sekadar urusan agama. Sebab, keyakinan yang dianut setiap orang bukan merupakan tindakan melanggar aturan. "Wah, saya kira kita tidak bisa menolak dia karena dia agamanya beda. Jadi tidak bisa tolak karena agama itu tidak ada urusan," tegas Basuki, seperti dilansir situs beritajakarta.

Namun, Basuki menambahkan, Pemprov DKI baru akan mengambil tindakan pencopotan maupun pergantian jika lurah tersebut melanggar aturan. "Kalau dia nyolong, dia tidak mau melayani, ya masalah. Ngumpulin KTP untuk tolak saya juga banyak," ungkapnya

Ia menegaskan, dirinya terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2012 silam dengan dukungan sekitar 52,7 persen pemilih. "Berarti ada 40 persen lebih yang tidak mau saya jadi wagub. Ya nggak ada urusan, kita cuma taat kontitusi nggak ada konstituen," ucapnya.

Sebelumnya, beberapa warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sempat menyambangi Balaikota DKI Jakarta. Mereka meminta Gubernur DKI, Joko Widodo, untuk segera mengganti lurah di daerahnya. Alasannya, Susan Jasmine Zulkifli adalah non-Muslim dan seorang perempuan.

Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar