Tuesday, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Harus Cepat Ungkap Kasus Penembakan Misterius

Wednesday, 14 August 2013, 12:53 WIB
Komentar : 0
Reuters/Joshua Lott
Penembakan  (ilustrasi)
Penembakan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mengatakan, polisi harus cepat dalam mengungkap kasus penembakan misterius yang belakangan kerap terjadi. Pengungkapan kasus dengan cepat sangat penting karena memertaruhkan kepercayaan masyarakat.

"Secepatnya ungkap," kata dia, Rabu (14/8).

Edi melanjutkan, jangan sampai tingkat kepercayaan masyarakat turun karena lamanya pengungkapan pelaku dan keberulangan kejadian.

Sekitar sebulan terakhir terjadi tiga penembakan yang menargetkan pihak kepolisian. Satu polisi mengalami luka (Aipda Patah) dan satu orang (Aiptu Dwiyatna) tewas. Sementara yang terakhir penembakan menyasar kediaman keluarga polisi (AKP Tulam).

Menurut Edi, sejumlah langkah antisipasi bisa dilakukan dengan menggiatkan kembali patroli di jalan raya. Justru patroli bisa memberikan pandangan kepada para pelaku bahwa polisi tidak gentar.

"Jangan malah disuruh lepas atribut," kata dia.

Edi mengatakan, selain itu polisi juga harus menyampaikan kepada masyarakat motif penembakan tersebut. Apakah ada motif dendam atau memang rencana untuk membuat huru hara.


Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Hazliansyah
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar